Foto: Ilustrasi

@Rayapos | Surabaya – Sejumlah warga menggelar aksi demontrasi di depan Mapolda Jatim. Massa yang datang dari Dusun Sepat, Lidah Kulon Surabaya ini menuntut polisi untuk menghentikan kriminalisasi dan intimidasi pada warga.

“Tuntutan kami yakni meminta kepada Polda Jatim untuk menghentikan laporan SP3 serta menghentikan semua bentuk intimidasi dan kriminalisasi kepada pejuang Waduk Sepat,” ujar Dian Purnomo selaku Koordinator Aksi di depan Mapolda Jatim, Jumat (27/7/2018).

Melalui aksi tersebut, para warga juga memberikan dukungan kepada salah satu warga yang sedang menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Ia diperiksa berdasarkan laporan dari PT Ciputra.

Sebelumnya, salah satu pengembang perumahan terbasar di Indonesia itu melaporkan sejumlah warga yang dianggap telah melakukan pengerusakan lahan.

Baca Juga:

Pejalan Kaki, Tidak Setuju JPO Bundaran HI Dibongkar

Simpan Janin di Jok Motor, Pasangan Selingkuh Ditangkap Polisi

Kasus ini berawal ketika Ciputra diketahui akan membangun perumahan di lahan Waduk Sepat. Namun warga menolaknya, karena pembangunan itu dinilai akan merusak lingkungan.

Menurut kesaksian Dian, ada empat warga Dusun Sepat yang dilaporkan diantaranya Darno, Suherna, Rokim dan dirinya sendiri. Namun ia mengaku hal yang dilakukan warga justru sebaliknya.

“Warga tidak pernah melakukan pengerusakan. Justru warga Sepat itu melakukan penyelamatan lingkungan Waduk Sepat. Kalau warga tidak melakukan penyelamatan itu pasti Waduk Sepat sudah kering,” tukasnya.