Kebakaran hutan di Mati Village (FOTO: AAP)

@Rayapos | Jakarta – Kebakaran hutan terjadi di sebuah kota wisata bernama Mati di timur Yunani. Diperkirakan 20 orang tewas dan ratusan terluka. Kebakaran pada Senin (23/7/2018) merupakan satu dari sejumlah insiden akibat gelombang panas di negara tersebut.

Kebakaran di Mati, sekitar 29 kilometer di timur Athena, jadi kebakaran paling buruk sejak peristiwa serupa menimpa semenanjung Peoponnese pada Agustus 2007, menewaskan puluhan orang.

“Mati sudah tak lagi jadi tempat bermukim,” kata seorang perempuan kepada Skai TV, dikutip Reuters. “Saya melihat jenazah, mobil terbakar. Saya merasa beruntung bisa hidup.” tambahnya.

Baca juga:

Anies Baswedan: Kali Item Warisan Pemerintah Sebelumnya

Jokowi bersama 6 Partai, Prabowo bersama Amien dan PA 212

Kali Item Dikritik Media Singapura, Sandiaga Tetap Pede

Juru bicara pemerintah, Dimitris Tzanakopoulos mengatakan jumlah kematian melampaui 20 orang, sementara lebih dari 88 orang dewasa dan 16 anak-anak terluka.

Salah satu korban termuda diyakini adalah bayi berusia enam bulan yang meninggal karena menghirup asap.

Seorang saksi Reuters melihat setidaknya empat jenazah dekat jalan yang dipenuhi mobil-mobil ke arah tempat perlindungan di pantai terdekat. Puluhan orang bergegas menuju lautan saat api menjalar ke pesisir pantai, dan mereka diangkut oleh kapal yang melintas.

Saat malam tiba, tingkat kerusakan sudah terlalu sulit untuk ditaksir. “Kami berurusan dengan sesuatu yang sepenuhnya asimetris,” kata Perdana Menteri Alexis Tsipras, tampak pucat, usai memangkas kunjungannya ke Bosnia.

Yunani menyatakan permohonan bantuan mendesak untuk menanggulangi kebakaran yang berkobar tak terkendali di sejumlah lokasi, menghancurkan rumah dan mengganggu jalur transportasi besar. Negara menyatakan membutuhkan aset udara dan darat dari rekanan Uni Eropa. Siprus dan Spanyol telah menawarkan bantuan.

BAGIKAN