Gelombang Tinggi, Nelayan Miangas Tak Melaut

rayapos.com - Nelayan beberapa hari ke depan diminta mewaspadai cuaca buruk - gelombang tinggi
Nelayan enggan melaut disebabkan gelombang tinggi yang terjadi. (Foto: rayapos.com)

@Rayapos | Manado: Nelayan Pulau Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, masih tidak bisa melaut akibat tinggi gelombang 4 hingga 5 meter.

“Situasi seperti ini terjadi sejak sepekan terakhir, nelayan terpaksa memarkir perahunya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Camat Miangas Steven Maarisit melalui telepon genggam, Kamis (26/1).

Kekhawatiran nelayan melaut juga semakin diperparah dengan kondisi hujan lebat yang disertai dengan angin kencang.

“Laut memang benar-benar mengamuk, nelayan tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya menunggu sampai laut redah dan cuaca kembali normal,” katanya.

Steven berharap nelayan dan masyarakat pengguna transportasi mematuhi rekomendasi badan meteorologi, klimatologi dan geofisika terkait gelombang tinggi di perairan Sangihe dan Talaud.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, Sulawesi Utara, Frans Mbaubedari menyebutkan, kecepatan angin di wilayah Sangihe dan Talaud 10-25 knot atau bisa mencapai 60 kilometer per jam.

Kecepatan angin permukaan ini menjadi salah satu penyebab tingginya gelombang di wilayah perairan tersebut.

Saat ini, BMKG Stasiun Meteorologi mengeluarkan peringatan dini gelombang laut 2,5-4,0 meter di perairan Sangihe, Talaud dan perairan utara Sulut. [ant]

Comments

comments