Gempa 5,2 SR Guncang Lebak

@Rayapos | Sukabumi – Indonesia dilanda gempa beruntun. Setelah Lombok dan Palu, Minggu (14/10/2018) hari ini Lebak, Banten diguncang gempa 5,2 Skala Richter (SR).

Pusat gempa pada titik 7.40 Lintang Selatan,105.95 Bujur Timur, 98 km Barat Daya Lebak, Banten, dengan kedalaman pusat gempa 10 km.

Getaran gempa tersebut dirasakan hingga sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

“Gempanya memang tidak lama hanya sekitar satu sampai dua detik, tetapi getarannya cukup kencang,” kata Dina Nurlela, warga Kampung Benteng Kidul, Sukabumi, Minggu (14/10/2018).

Dia katakan: “Saat kejadian saya tengah berkumpul bersama keluarga dan langsung lari keluar rumah.”

Hal senada pun dirasakan oleh warga Kampung Ciaul Pasir, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi Ivan Koswara.

Dia mengatakan, gempa tersebut dirasakannya saat ia dan rekan-rekannya berkumpul.

Tiba-tiba lampu bergoyang dan kaca bergetar.

“Seketika kami langsung melarikan ke halaman terbuka karena masih trauma dengan kejadian gempa beberapa waktu lalu,” katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya, menyebutkan, gempa bumi terjadi sekitar pukul 02.38 WIB.

Pusat gempa terjadi di 9.00 derajad Lintang Selatan dan 105.26 derajad Bujur Timur atau 292 kilometer barat daya Lebak, Banten dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG mengimbau masyarakat tidak khawatir karena gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Warga yang tinggal di Ibu Kota Jakarta juga tidak merasakan gempa. Di antara mereka adalah Umar.

“Oh saya tidak merasakan apa-apa,” kata dia, yang tinggal di Ciracas, Jakarta Timur, dan kebetulan sedang bergadang.

Baca Juga:

RSAL Mintohardjo Terbakar

Gadis Jatuh ke Aspal Kepala Pecah, Tasnya Dijambret, Ini Videonya

Guncangan Terasa di Sukabumi

Sementara, warga Kampung Babakan, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi Ade Rahman mengatakan, gempanya memang sebentar tapi getarannya terasa cukup kencang. ”

Kami pun secara otomatis langsung keluar rumah, karena pas kejadian saya mau melaksanakan Salat Magrib,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi pascagempa apakah berdampak pada kerusakan atau tidak. (Antara)