Ricuh, suasana gerakan ganti presiden di Surabaya yang gagal, Minggu (26/8/2018). Capture Youtube

@Rayapos | Keinginan ganti presiden sekarang juga, berarti makar. Keinginan ganti presiden nanti (di Pilpres 2019) berarti pilihlah Prabowo Subinato – Sandiaga Uno.

Sedangkan, deklarasi ganti presiden yang melibatkan puluhan ribu massa di Surabaya, unik. Mereka sama sekali tidak menyuarakan: “Pilihlah Prabowo-Sandiaga”. Tidak.

Puluhan ribu massa ‘ganti presiden’ di Surabaya, Minggu (26/8/2018) siang tadi, bukan kampanye untuk kemenangan Prabowo-Sandi. Bukan. Mereka hanya menghendaki ganti presiden.

Padahal, Pilpres 2019 hanya dua peserta: Jokowi – Ma’ruf Amin melawan Prabowo – Sandi.

Musisi Ahmad Dhani, selaku penggerak massa ganti presiden di Surabaya, menegaskan, bahwa mereka hanya menginginkan ganti presiden.

Itu dikatakan Dhani dalam konferensi pers.di resto Hotel Elmi Surabaya, Minggu (26/8/208) sore tadi. Dikatakan dengan tegas.

Wartawan di konferensi pers bertanya ke Dhani, mengapa Dhani menginginkan ganti presiden, tidak menyebut pilihlah Prabowo – Sandiaga?

Jawaban Dhani begini:

“Saya nggak suka. Saya lebih suka narasi #2019GantiPresiden dari pada pilih Prabowo. Itu kan urusan saya.”

Dhani melanjutkan: “Sampai 2019 bulan April pun kampanye yang kita gunakan adalah ganti presiden. Bukan pilih Prabowo,” kata Ahmad Dhani kepada wartawan di Resto Hotel Elmi Surabaya, Minggu (26/8/2019).

Dhani menambahkan, 2019 pilih Prabowo-Sandi, menurutnya, itu adalah tugas tim sukses nanti.

“Kalau pilih Prabowo-Sandi, itu kan tugasnya tim mereka sendiri. Kalau saya dan Mbak Neno tetap 2019 ganti presiden,” ujar Dhani.

Baca Juga:

Elit Politik Mengadu Arek Suroboyo, dengan Ganti Presiden

Gerakan Tanpa Kelamin

Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (26/8/2018) mempertegas persoalan bangsa ini.

Yaqut menyatakan: “Tapi dalam pandangan saya, gerakan tagar 2019 Ganti Presiden ini gerakan banci. Nggak jelas kelaminnya. Mau diganti dengan apa?”

Dilanjutkan: “Kalau presiden diganti presiden, kan sudah jelas, siapa lawan petahana sekarang.” Maksud Yaqut, jika massa menginginkan presiden pertahana diganti, mestinya mereka menghendaki Prabowo – Sandiaga jadi presiden pengganti.

Yaqut melanjutkan: “Kenapa nggak sekalian saja, #2019PresidennyaPrabowo, misalnya.” tegasnya. “Jangan-jangan, memang agenda lain yang diselipkan dalam gerakan tersebut,” tandas Gus Yaqut.

Dari pernyataan dua tokoh di atas, semakin jelas, bahwa gerakan ganti presiden arahnya tidak jelas. Atau, mengutip pernyataan Yaqut, mungkin gerakan ini ditunggangi pihak lain. Dengan agenda lain.
Sementara itu, gerakan ganti presiden di Surabaya menimbulkan kericuhan. Sangat berbahaya, berpotensi menimbulkan konflik antar warga. (*)

Simak videonya di sini:

BAGIKAN