Presiden Jokowi jalan kaki.

@Rayapos | Jakarta – Asian Games 2018 tinggal 11 hari lagi. Panitia INASGOC bersama pemerintah dan swasta mencanangkan gerakan #JalanTerusIndonesia. Tujuannya agar masyarakat mendukung para atlet yang akan berkompetisi.

Presiden Jokowi mendukung dan meminta masyarakat berpartisipasi aktif mendukung Asian Games.

Dijelaskan Jokowi, selama hampir 60 tahun Indonesia kembali menjadi tuan rumah Asian Games, setelah tahun 1962.

“Semua pihak harus turun langsung dan menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018 karena ini menyangkut nama besar bangsa Indonesia sehingga diharapkan akan terselenggara semeriah mungkin,” ujar Jokowi di Istana Bogor, sabtu (4/8/2018).

Baca Juga:

Gempa Susulan Lombok 142 Kali, 89 Meninggal

Digoyang Gempa, Ayudia Bing Slamet Pusing Berat

Soal Isu Pindah ke Madrid, Maurizio Sarri Ingin Temui Courtois

Dari pihak swasta, Presiden Direktur Combiphar Michael Wanandi menjelaskan, amanah Presiden untuk mendukung penuh Asian Games 2018 harus direalisasikan secara baik dan maksimal oleh semua pihak.

Itulah, Combiphar menghadirkan gerakan #JalanTerusIndonesia. Gerakan ini merupakan wujud nyata komitmen Combiphar yakni Championing a Healthy Tomorrow, sekaligus sejalan dengan program Nawa Cita Presiden untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Itu dilakukan karena berdasarkan penelitian Standford pada proyek Acitivity Inequality Juli 2017, Indonesia menduduki peringkat terendah dalam jumlah langkah rata-rata per hari dari 46 negara yang disurvei, yakni hanya 3513 langkah per hari.

Michael berharap selain mendukung para atlet, gerakan ini juga dapat meningkatkan peringkat Indonesia dalam “Berjalan”.

Mereka yang ikut gerakan #JalanTerusIndonesia juga bisa menukar total jumlah langkah yang mencukupi dengan e-voucher berbelanja di MoCehat atau Guardian.

Setiap partisipan yang melangkah minimal 4000 langkah/hari akan mendapatkan ucapan selamat dari mantan atlet peraih medali melalui billboard LED di pintu 9 Gelora Bung Karno, Senayan. Foto partisipan akan terpampang sebagai bagian dari mozaik yang membentuk bendera merah putih.

Orang Indonesia Malas Jalan

Studi terbaru Universitas Stanford, AS, menyebutkan bahwa rata-rata orang Indonesia berjalan kaki 3.513 langkah per hari. Ini jauh di bawah rata rata global, yaitu 5 ribu langkah per hari. Indonesia masuk kategori negara termalas berjalan kaki.

Dipublikasikan dalam jurnal ilmu pengetahuan alamiah, yang dikutip dari Stanford News, Senin (17/7/2018), bahwa Hong Kong negara teraktif di dunia, dengan rata rata 6.880 langkah per hari per orang. Disusul China (6.180 langkah per hari) dan Ukraina (6.107 langkah per hari).

Data dikumpulkan oleh aplikasi tracking Argus and the Azumi, yang meneliti langkah kaki 717.627 orang di 111 negara. Tapi fokus pada 46 negara melalui 1.000 pengguna Argus. Indonesia masuk peringkat terakhir alias buncit.

Dalam penelitian tersebut, walau Indonesia paling malas berjalan kaki, namun memiliki kasus obesitas paling sedikit. Tidak dijelaskan, apa penyebabnya. (*)

BAGIKAN