GKS Sulteng Jaring 200 Anak Putus Sekolah

@Rayapos | Palu: Satuan tugas Gerakan Kembali ke Sekolah (GKS) Provinsi Sulawesi Tengah sudah menjaring 200 orang dari sekitar 6.000-an anak putus sekolah di provinsi ini untuk disekolahkan kembali dan mendapatkan pelatihan keterampilan dasar.

“Walaupun Mendikbud belum meluncurkan program GKS 1000 Anak Harapan Bangsa (AHB), namun Sulteng sudah membentuk Satgas GKS dan telah mulai bekerja dengan hasil sementara 200 anak putus sekolah yang siap dikembalikan ke sekolah,” kata inisiator GKS Sulteng Hj Zalzulmida A. Djanggola seperti dikutip Humas Pemprov Sulteng di Palu, Rabu (25/1).

Sebelumnya, Zalzulmida memimpin rapat koordinasi persiapan Gerakan Kembali ke Sekolah 1000 Anak Harapan Bangsa Sulteng untuk menindaklanjuti Inpres No.9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Program GKS yang diinisiasi Ketua Komisi IV DPRD Prov. Sulteng Hj. Zalzulmida A. Djanggola ini bermula dari keprihatinan akan rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) usia sekolah 15-21 di Sulteng.

Jika tidak segera ditangani, kata istri Gubernur Sulteng Longki Djanggola tersebut, rendahnya APK ini akan berefek sosial yang buruk saat Sulteng mengalami bonus demografi tahun 2028.

Oleh karena itu, katanya, dengan merangkul dan memberi keterampilan dasar yang cukup kepada anak-anak putus sekolah itu, nantinya mereka juga bisa terserap di bursa kerja.

“Ini juga bertujuan untuk menyosialisasikan SMK yang belum banyak dipahami dan dilirik masyarakat,” kata Zalzulmida.

Karena itu, katanya, walaupun belum resmi diluncurkan Menteri Pendidikan, Satgas GKS Sulteng sudah mulai bergerak di lapangan dan berhasil menjaring 200 dari 6.000-an anak putus sekolah usia 15-21 dari enam wilayah di Sulteng yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, Morowali Utara dan Tojo Unauna untuk ditangani.

Selain menyekolahkan kembali, GKS juga memperjuangkan terbitnya KIP (Kartu Indonesia Pintar) bagi peserta dan penyempurnaan database program selanjutnya.

Zalzulmida yakin dalam enam bulan selanjutnya, target 1.000 anak bisa dicapai atau tepatnya saat tahun ajaran baru dimulai pada Juli 2016, program ini sudah mencakup 13 kabupaten/kota di Sulteng.

“Sehingga pada tiga tahun berikutnya, APK anak usia 15 sampai 21 bisa naik,” harapnya optimis.

Ia berharap para pemangku kepentingan yang masuk Satgas GKS dapat menandatangani nota kesepahaman GKS nanti saat diluncurkan programnya sehingga program GKS 1000 AHB berjalan terpadu. [ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY