Yusuf Martak

@Rayapos | Jakarta – GNPF-Ulama prediksi suara umat Islam pecah di Pilpres 2019. Gegara Ma’ruf Amin Cawapresnya Jokowi.

“Mengenai cawapres ulama, memecah. Ya semestinya kalau tidak mau pecah, (Jokowi) jangan angkat calon wapres ulama,” kata Ketua GNPF-U Yusuf Martak di lokasi Ijtimak Ulama II, Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2019).

Pernyataan itu menanggapi pertanyaan: Apakah tidak khawatir suara umat Islam terbelah dua, mengingat Ma’ruf jadi cawapres Jokowi?

Yusuf menjawab, setiap ulama mempunyai pilihan yang berbeda.

Baca Juga:

Anggota DPRD Mataram Korup Dana Bantuan Gempa, ICW: Parah

MA Bolehkan Bekas Koruptor Nyaleg, KPU Punya Waktu 90 Hari

Bekas Koruptor Dibolehkan MA Nyaleg, Sandiaga: Stop Debat

“Bukan berarti kalau ada orang ngangkat ulama, terus kita bubar dari ulama menjadi orang jalanan. Tidak mungkin. Ya tetap saja. Itu adalah pilihan, dan Insyaallah ulama akan menentukan pilihannya masing-masing,” tuturnya.

Yusuf juga yakin suara ulama akan lebih banyak mengalir ke pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

“Baik ulama mendukung pasangan bapak Jokowi dan bapak Kiai Mar’uf. Dan, ulama mendukung bapak Prabowo dan bapak Sandiaga. Insyaallahh lebih besar ke bapak Prabowo dan Sandiaga,” ujarnya.

Selain itu, Ijtimak Ulama II juga akan diisi dengan kegiatan penandatangan pakta integritas. Menurut dia, pakta integritas akan membuktikan keseriusan dari pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Jadi Ijtimak ini rangkaiannya adalah penandatanganan pakta integritas, apabila pakta integritas ditandatangani berarti kan ada keseriusan bapak Prabowo dan pak Sandiga akan menjalankan komitmennya,” tuturnya.

Dia lanjutkan: “Semua yang direkomendasikan melalui pakta integritas di ijtimak ulama I. Tatkala itu ditandatangani, otomatis dukungan diberikan kepada bapak Prabowo,” ucapnya.

Sebelumnya dalam Ijtimak Ulama yang pertama, mengusulkan agar Prabowo Subianto berpasangan dengan ulama yakni antara Ustaz Abdul Somad atau Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri. (*)