Ketua fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Arsyaf Ali (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Ketua fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Arsyaf Ali mengungkapkan, penemuan dana mengendap pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DKI sebesar Rp 44 Triliun, pertama disampaikan oleh dirinya dalam rapat komisi C.

“Ya memang pertama itu saya yang ungkapkan dalam rapat Komisi C, kita ingin tau kemana dana itu mengendap sejak tahun 2006,” kata Arsyaf saat dihubungi Rayapos, Rabu (21/11/2018).

Baca juga:

Prabowo Prediksi Air Laut Jakarta Bakal Sampai Bundaran HI Pada 2025

Lancar, Ini Pidato Bahasa Inggris Prabowo di Indonesia Economic Forum

Penasehat Majelis Rosulullah ini, menjelaskan dana ini berasal dari pemberian penyertaan modal pemerintah daerah (PMD) sejak 2006.

Menurutnya pihak DPRD DKI sudah sepakat untuk menelusuri temuan tersebut melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus).

“Saya rasa perlu dipansuskan, kemana dan itu disimpan dan untuk apa kan warga perlu tahu, dikembalikan karena banyak program Gubernur yang masih butuh anggaran,” kata dia.

Daripada anggaran tersebut mengendap di Bank yang belum jelas keberadannya, Arstaf menyarankan agar anggaran tersebut diberikan untuk pinjaman modal kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seperti Program OK OCE.

Sebab kata dia, sampai hari ini OK OCE adalah program lips service saja yang belum efektif memberikan permodalan kepada seluruh peserta OK OCE.

“Coba dana diberikan ke UMKM, OK OCE yang memang membutuhkan, itu kan masih sekedar lips service saja, belum merata permodal yang diberikan, maka kita sepakat kalau dipansuskan,” tandasnya.

BAGIKAN