GP Ansor Malang Ikut Kecam Prabowo soal Kedubes Australia

@Rayapos | Malang – Pernyataan Capres nomor urut 02, Prabowo Soebianto terkait pemindahan kedutaan Australia dari Tel Aviv ke Jerussalem dianggap menyakiti umat Islam Indonesia.

Menanggapi hal itu, Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Malang, Husnul Hakim Syadad, menilai, pernyataan itu tak pantas diucapkan Calon Presiden di tengah mayoritas umat Islam Indonesia.

Baca juga:

PPP: Bukan Karena Ahok, Lulung Dipecat

KPK Tangkap 6 Orang Penegak Hukum di Pengadilan Jakarta Selatan

Menurut Husnul, apa yang dilontarkan Prabowo justru memantik amarah umat Islam di Tanah Air.

“Tidak seharusnya Capres Prabowo mengeluarkan pernyataan seperti itu. Bahwa sebagai capres, seharusnya memahami posisi dan kedaulatan dari masing-masing negara. Tidak bisa berucap seenaknya,” tegas Husnul, Selasa (27/11/2018).

Husnul menegaskan, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, sangat menghargai kedaulatan masing-masing negara dan menghapus penjajahan di atas dunia.

“Prabowo tidak memahami perjuangan rakyat Palestina sebagai negara untuk merdeka,” sahut Husnul.

Bahwa umat Islam Indonesia selama ini, kata Husnul, sangat mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaanya secara mutlak.

“Kami mengecam dengan sikap Prabowo yang seolah-olah tidak mengerti sejarah, tidak paham konstitusi, dan bertentangan dengan sikap mayoritas warga Indonesia,” tandas Husnul.

Atas pernyataan itu, GP Ansor Kabupaten Malang meminta dan mendesak kepada Prabowo, agar mencabut pernyataan tersebut dan meminta maaf kepada umat muslim Indonesia.

“Prabowo harus meminta maaf pada umat Islam Indonesia dan mencabut pernyataannya itu,” sambung Husnul mengakhiri.

Sebelumnya, capres Prabowo Subianto sempat berbicara terkait dengan wacana pemindahan kedutaan besar Australia di Israel ke Yerusalem. Prabowo mengaku menghormati kedaulatan Australia sebagai negara terkait dengan hal itu.

Pernyataan tersebut tercetus setelah Prabowo berpidato di Indonesia Economic Forum 2018 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11) lalu. Saat itu Prabowo menjawab pertanyaan wartawan asing soal sikapnya mengenai rencana pemindahan Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Untuk pemindahan kedutaan, saya belum membaca soal keputusan Australia memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Kita sebagai pendukung Palestina, kita tentu punya pendapat sendiri, tapi Australia juga merupakan negara independen dan berdaulat, maka kita harus menghormati kedaulatan mereka,” ujar Prabowo.

BAGIKAN