Gubernur NTT Ajak Pemuda Pemudi Kawal Pancasila

Pancasila (Foto: Wikipedia)

@Rayapos | Kupang: Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengajak semua pemuda-pemudi di provinsi berbasis kepulauan itu untuk bersama-sama menjaga dan mengawal ideologi bangsa Indonesia Pancasila agar tidak diganggu oleh orang tak bertanggung jawab.

“Pemuda-pemudi NTT mempunyai tanggung jawab yang besar dalam Pancasila agar tetap mejadi lambang negara Indonesia yang selalu mempersatukan bangsa ini,” katanya saat ditemui di Kupang, Jumat(27/1).

Hal ini disampaikannya karena menurutnya Pancasila lahir dari NTT tepatnya di kota Ende dimana pada saat itu, Presiden pertama Indonesia diasingkan ke daerah itu.

Ia sendiri mengaku kedatangan sejumlah pemuda-pemudi dari Kota Kupang dari berbagai organisasi nasional dan lokal yang tergabung dalam aliansi pengawal empat pilar kebangsaan pada Kamis (26/1) kemarin itu merupakan bukti bahwa pemuda-pemudi NTT merasa bahwa mereka mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mengawal bangsa dan negara ini.

“Terima kasih kepada sejumlah generasi muda yang sangat respon dengan situasi bangsa dan negara kita saat ini. Kita punya pikiran yang sama yaitu bahwa NKRI harga mati,” kata orang nomor satu di NTT tersebut.

Ia mengajak sejumlah generasi muda di NTT serta sejumlah masyarakat lainnya di provinsi berbasis kepulauan itu untuk menjaga NTT agar tetap aman dan damai, agar kelak bisa menjadi contoh untuk daerah lainnya.

“Saya minta kebersamaan antara organisasi kemasyarakatn baik nasional maupun lokal ini tetap dijaga untuk bergandengan tangan menjaga daerah kita. Untuk menjaga negara kesatuan Republik Indonesia ini,”tambahnya.

Sebagai gubernur NTT ia menyatakan dengan tegas bahwa dirinya menolak seluruh hal yang berkaitan dengan radikalisme mulai dari ISIS serta kelompok-kelompok yang ingin merusak NTT.

Menurutnya masyarakat NTT mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjaga Pancasila, sebab cikal bakal lahirnya ideologi negara kita itu adalah dari NTT.

Sebelumnya, sejumlah organisasi kemasyarakatan dan kemahasiswaan di kota Kupang yang tergabung dalam aliansi pengawal empat pilar kebangsaan menuntut agar Presiden Joko Widodo segera membubarkan Front Pembela Islam (FPI) yang akhir-akhir ini menggangu kedaulatan NKRI.

“Kami datang kesini dengan maksud menyerahkan sejumlah tuntutan kami yang salah satunya adalah meminta Presiden Joko Widodo membubarkan FPI dan menyatakan ormas tersebut adalah ormas terlarang,” kata koordinator umum aliansi pengawal empat pilar kebangsaan Edi Dikson Kaesmetan di hadapan Gubernur NTT Frans Lebu Raya yang menerima kedatangan sejumlah ormas tersebut di halaman kantor Gubernur NTT, Kamis (26/1) sore kemarin.

Aliansi yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan seperti GMKI, PMKRI, GMNI, Brigade Meo, Ikmabal, Imala, Permahi, Permasa, Ikmar, Ipmastim dan Pospera NTT itu, menyampaikan empat pernyataan sikap mereka yang salah satunya adalah membubarkan FPI serta menyatakan ormas tersebut adalah ormas terlarang.

“Pernyataan sikap kami adalah bahwa Empat pilar kebangsaan adalah harga mati, kami juga meminta Kapolri agar seger tangkap Habieb Reziek Shibab dan menetapkannya sebagai tersangka karena telah mencoreng Pancasila, serta kami mendukung aparat hukum untuk menyelesaikan kasus yang melibatkan Habieb Reziek,” tambahnya.[ant]

Comments

comments