Gubernur: Perbaikan Dan Peningkatan Perekonomian Jadi Efek Akhir Yang Dituju

@Rayapos | Manado: Investasi di Sulawesi Utara diperkirakan bakal bergairah di tahun ini. Hal ini bukannya tanpa alasan yang jelas, mengingat sejumlah mega proyek pendukung tengah digenjot pemerintah daerah.

Data Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Sulut, sepanjang 2016 lalu tercatat Rp 4 triliun berhasil masuk. Jumlah ini lebih banyak ketimbang capaian 2015 yang hanya Rp 3 triliun.

Hal ini tentunya, sejalan dengan semangat pemerintah Sulut. Untuk melonggarkan regulasi investor supaya menanamkan modal di Bumi Nyiur Melambai.

“Kalau bisa dipermudah dan dipercepat kenapa tidak, kita fasilitasi semua pihak yang benar-benar ingin berusaha di Sulut. Sambil mendorong investor lokal untuk berani mengambil kesempatan, tenaga kerja nanti ikut terserap. Perbaikan dan peningkatan perekonomian jadi efek akhir yang kita tuju,” ujar Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Happy Korah melalui Kabid Pengendalian Investasi Janny Rembet menyatakan, pihaknya tak muluk-muluk terkait target besaran investasi tahun ini.

Dengan mempermudah pengurusan dokumen. Ada juga perubahan SOP, yang nantinya dapat memberikan ruang lebih bagi para investor lokal maupun dari luar.

“Kita optimis tahun ini bisa capai target,” ujar Rembet.

Lanjutnya, ada tiga bidang usaha begitu produktif, selain investasi sektor energi yang cukup menggeliat. Perdagangan, perhotelan, dan jasa.

“Bersama sektor energy, jadi pemberi sumbangsih positif sepanjang tahun lalu,” imbuhnya.

Senada, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Soekowardojo menyatakan, sektor pariwisata diprediksi masih menjadi kontributor di tahun ini. Perbaikan dan peningkatan sarana penunjang jadi poin penting yang harus diseriusi pemerintah provinsi.

“Kemajuan di sektor pariwisata besar kemungkinan kembali menjadi primadona di tahun ini. Diwajibkan perbaikan sarana dan prasarana, hotel, cinderamata, dan souvernir diperbanyak,” saran Soekowardojo.

Pertumbuhan ekonomi pun kita prediksi berada di level positif yaitu 6,2-6,4 persen.

“Stabilitas dan keamanan berinvestasi juga harus diperhatikan pemerintah,” ungkap mantan Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Barat ini.

Dari sisi pelaku usaha, Ivanry Matu mengatakan, peningkatan SDM dan pelayanan, sambil mempercepat pembangunan infrastruktur harus ditingkatkan. Sektor-sektor mumpuni seperti ekspor dan pariwisata perlu dimaksimalkan. Ketersediaan pasar yang saat ini ada patut dieksplorasi lebih.

“Peningkatan pembangunan sarana hotel dan SDM-nya seiring sejalan. Sehingga menghasilkan service excellent. Pasar ekspor kita sudah baik, kalau bisa dikemas lebih baik lagi dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi kenapa tidak. Dari sisi nilai jual juga cukup tinggi. Jangan sampai peluang ini diambil kompetitor dari negara lain. Karena itu, berbenah dari apa yang kurang dari tahun kemarin. Maksimalkan itu,” pungkas pengusaha sukses ini.

Comments

comments

LEAVE A REPLY