Gunung Kerinci Semburkan Abu Vulkanik 400 Meter

@Rayapos | Padang Aro: Aktivitas Gunung Kerinci yang berada di perbatasan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dan Kabupaten Kerinci, Jambi, kembali meningkat dengan menyemburkan abu vulkanik tebal berwarna kehitaman setinggi 400 meter, Senin pagi.

“Abu vulkanis Gunung Kerinci berwarna putih kehitaman dengan ketinggian semburan 400 meter mengarah ke barat,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Kerinci Indra Saputra saat dihubungi di Padang Aro, Senin (23/5).

Dia mengatakan saat ini status aktivitas vulkanik Gunung Kerinci masih waspada atau level dua, sedangkan terkait dengan embusan tersebut belum ada peningkatan status.

Masyarakat di sekitar Gunung Kerinci, katanya, dilarang mendekati kawah dengan radius tiga kilometer. Hingga saat ini belum ada gangguan terhadap aktivitas warga.

“Abu vulkanis Gunung Kerinci tidak sampai ke permukiman warga tetapai masyarakat dilarang mendekati kawah radius tiga kilometer,” katanya.

Ia menyebutkan pendakian Gunung Kerinci dilarang sampai puncak dan hanya boleh sampai “shelter II”.

“Pendakian masih dibolehkan tetapi dilarang sampai puncak dan hanya sebatas ‘shelter II’,” katanya.

Seorang warga Sangir, Indra (38), mengatakan pada Senin sekitar pukul 08.00 WIB semburan abu vulkanik Gunung Kerinci terlihat hitam pekat dan tebal.

“Beberapa hari ini semburan abu vulkanis Gunung Kerinci kembali terlihat dan pagi ini cukup tebal tetapi tidak mengarah ke Solok Selatan,” katanya.

Dia mengatakan abu vukanik Gunung Kerinci sudah tiga hari belakangan terlihat cukup tebal tetapi pada Senin pagi yang terlihat lebih hitam.

“Aktivitas kami belum terganggu akibat semburan abu vulkanis Gunung Kerinci karena semburan sekarang arahnya juga tidak ke Solok Selatan,” katanya.

Pada kesempatan sebelumnya, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Solok Selatan Sumardianto menyatakan di daerah itu tidak ada kawasan permukiman yang masuk “zona merah” erupsi Gunung Kerinci.

“Kawasan Solok Selatan yang paling dekat dengan kawah Kerinci, yaitu Pondok Pisang Dua yang berjarak 7,4 kilometer dan itu hanya berupa perkebunan masyarakat, sedangkan yang masuk ‘zona merah;’ jika jaraknya dalam radius tiga kilometer,” katanya.

Namun demikian, katanya, masyarakat tetap diimbau waspada dan tidak mudah percaya dengan isu yang tidak jelas sumbernya.

Dia mengatakan kawasan berpenduduk yang paling dekat dengan kawah Kerinci berada di Afdeling E PT Mitra Kerinci dengan jarak 8,7 kilometer.

Untuk perbatasan dengan Kabupaten Kerinci, katanya, di Letter W berjarak 8,3 kilometer dari kawah dan di tempat itu juga tidak ada permukiman warga.[ant]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY