FOTO: RAYAPOS/ANDREW TITO

@Rayapos | Jakarta – Oknum guru SMAN 87 berinisial N yang diduga mendoktrin muridnya untuk membenci Presiden Joko Widodo, mengajar pelajaran agama. Hal itu diketahui dari salah seorang siswa saat diwawancarai Rayapos.com.

Siswa tersebut menyebutkan, dalam materi pelajarannya oknum guru tersebut mengambil contoh peristiwa gempa Palu.

“Iya ibu itu ngajar pelajaran agama, dengan materi belajarnya kejadian yang Gempa di Palu itu,” ujar siswa yang enggan disebutkan namanya itu, di halaman SMAN 87 Jakarta.

Baca juga:

Aneh, Ratna Sarumpaet Minta Maaf Dua Kali ke Publik

Diungkap Polisi, Ada Pangkalan Debt Collector di Tangerang

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 87, Patra Patiah mengatakan pihaknya telah memeriksa intensif terhadap oknum guru yang diduga bermasalah tersebut.

Dalam pemeriksaan, Patiah mengatakan oknum guru berjanji tidak mengulangi kesalahan yang sama, menyalahgunaan kewenangan mengajar untuk kepentingan tertentu.

“Sudah kita lakukan ya (pemeriksan) guru yang bersangkutan berjanji tidak akan mengulang lagi dan telah meminta maaf,” ujar Patiah

Patiah mengatakan kasus ini diketahui olehnya berawal adanya aduan dari orang tua siswa yang langsung diterima ke nomor telpon pribadinya.

Dalam aduan tersebut, orang tua murid menyebut anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan oleh guru agama SMA 87 Jakarta di suatu tempat, para siswa kemudian ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

Masih dalam aduan itu, si pengadu menjelaskan guru N menyebut banyaknya korban bergelimpangan akibat gempa merupakan salah Jokowi. Pengadu berkeberatan terhadap tindakan N, yang dianggap telah melakukan doktrin siswa untuk anti Jokowi.

“Saya mendapatkan SMSnya hari Kamis kemarin, kemudian kami membentuk tim untuk selidiki itu. Kemudian hari Senin saya panggil guru bersangkutan, dengan disaksikan tiga wakil kepala sekolah, yang bersangkutan kemudian dia minta maaf,” ujar Patiah.

 

BAGIKAN