Ilustrasi

@Rayapos | Bandar Lampung – Guru ekstra kurikuler sebuah SMP di Bandar Lampung, bernama Eman (33) memperkosa muridnya sendiri, TA (16). Pada sidang tertutup, semuanya terungkap.

Eman guru ekskul olahraga Voli. Dia berstatus guru hononer di sebuah SMP di Bandar Lampung. Dia ditangkap polisi, setelah empat kali memperkosa muridnya, TA,

Eman didakwa melanggar pasal 81 ayat 2 UU RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2006 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Terdakwa menjalani sidang tertutup yang dipimpin oleh majelis hakim Yus Enidar dengan agenda keterangan saksi di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Selasa, 6 November 2018.

Seusai sidang, jaksa penuntut umum (JPU) Evy Hernida dan JPU pengganti Oktavia Mustika mengatakan, sidang kali ini untuk mendengarkan keterangan saksi.

“Ya ini tadi mendengarkan saksi, dan kami hadirkan saksi korban TA,” ucapnya.

Dalam kesaksiannya, TA mengaku sudah beberapa kali dirudapaksa oleh terdakwa yang tidak lain adalah gurunya.

“Bahkan, dalam pengakuan saksi korban, terdakwa mengancam saksi korban jika tidak menuruti,” ungkapnya.

JPU mengatakan, Eman hanyalah seorang guru ekstrakurikuler. Ia mengajar olahraga bola voli di sekolah korban.

“Kalau ancaman tidak naik kelas atau mendapat nilai buruk tidak ada dalam kesaksian saksi korban,” bebernya.

Adapun dalam dakwaannya, JPU menuturkan bahwa terdakwa telah merudapaksa TA sebanyak empat kali.

Perbuatan itu terjadi pada Sabtu, 5 Mei 2018 hingga Minggu, 22 Juli 2018.

“Awalnya terdakwa mengirimkan pesan ke saksi korban dengan alasan ada hal penting yang ingin dibicarakan,” kata JPU.

Sabtu, 5 Mei 2018, keduanya bertemu di sebuah pantai di daerah Telukbetung Timur.

“Sampai di lokasi, ternyata tidak ada pembicaraan. Namun, terdakwa melakukan perbuatannya (cabul) di semak-semak. TA sempat melawan. Tapi, karena kalah kekuatan, dia pun pasrah,” sebutnya.

Perbuatan terdakwa berlanjut pada Sabtu, 12 Mei 2018.

Seusai latihan voli, terdakwa memberikan jamu kepada TA dengan dalih agar tidak hamil. Namun, TA menolak. Perbuatan bejat terdakwa pun kembali terulang.

Kamis, 21 Juni 2018, dengan alasan hendak membicarakan hal penting, terdakwa dan TA bertemu di pantai kawasan Telukbetung Timur.

“Di sana saksi korban diberi buah nanas. Tapi, lagi-lagi ditolak. Terdakwa kembali melakukan perbuatan cabul,” ujar JPU.

Baca Juga:

Video… Dhani Minta Hukuman Tak Seberat Ahok

Miyabi Ungkapkan Kekecewaannya Terhadap Pihak Imigrasi Bali

Detik-detik Penjemputan Habib Rizieq oleh Intelijen Saudi

Perbuatan bejat terakhir dilakukan terdakwa pada Minggu, 22 Juli 2018, di pantai yang sama.

Namun, setelah itu TA mengeluh sakit pada perut dan alat vitalnya.

Dari hasil pemeriksaan visum di RSUAM nomor 357/459/A/VII/0.2/4.13/VII/2018 tertanggal 31 Juli 2018, ditemukan luka robek pada selaput dara korban.

Terpisah, kuasa hukum terdakwa Dedy Irawan mengatakan, Eman tak kuat menahan nafsunya.

Alasannya, sang istri sedang hamil tua.

“Korban tak lain anak didiknya dalam ekstrakurikuler bola voli dan terdakwa juga mengakui semua dakwaan jaksa, dan dia mengaku khilaf,” sebutnya.

Saat ditanya soal pemberian jamu dan buah nanas, Dedy mengatakan, kliennya khawatir korban hamil.

“Ya karena takut itu, terdakwa memberikan jamu. Dengan harapan agar korban tidak hamil. Tapi faktanya tidak (hamil),” tandas pengacara posbakum ini. (*)