Maulana Habiburrohman (Gus Miftah)

@Rayapos | Jakarta – Ulama asal Yogyakarta, Gus Miftah, bukan hanya mengajak selawat para pemandu karaoke di salah satu klub malam di Bali. Dia ternyata juga beberapa kali menggelar pengajian bagi pegawai di salon plus-plus.

Miftah mengatakan memang sengaja menggelar pengajian dan selawat untuk para pekerja di tempat hiburan malam atau prostitusi. Dia mengatakan setiap manusia memiliki kesempatan bertobat.

“Ada (pengajian) di klub-klub malam di Bali, Yogyakarta. Biasanya di Yogya di kafe-kafe daerah Sarkem (Pasar Kembang). Di salon plus-plus juga,” ujar Miftah kepada wartawan, Selasa (11/9/2018).

Baca juga:

Truk Lindas Perut Orang di Jalan Kamal, Begini Kronologinya

Kejam, Suami Tembak Istrinya Sendiri Hingga Tembus Dada

Parpol di Jakarta Dapat Dana Hibah Rp 5,3 Miliar, Ini Rinciannya

Ulama pendiri Pondok Pesantren Ora Aji ini menjelaskan bahwa berdakwa dapat dilakukan dengan cara apapun. Termasuk dengan caranya yang mendatangi pemandu karaoke di klub malam.

Walau sempat mendapatkan penolakan, ia mengungkapkan ada beberapa yang akhirnya bertobat.

Menurut Gus Miftah, ia berusaha untuk tidak menghakimi mereka. Yang paling berhak menghakimi bukan manusia tetapi Tuhan.

Ceramah dan pengajian di klub malam pada 6 September lalu, digelar dengan meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik klub dan setelah melakukan lobi-lobi akhirnya diizinkan.

 

Menurut Gus Miftah, pemilik klub tersebut mengumpulkan pemandu karaoke dan beberapa tamu untuk mengikuti pengajian.

Mereka juga tidak mempersoalkan digelarnya pengajian di klub malam itu.