Capture Youtube hantu kuyang.

@Rayapos | Jakarta – Heboh hantu di Balikpapan, Kalimantan Timur, beredar di media sosial. Dasarnya rekaman CCTV. Warga setempat menyebutkan hantu kuyang.

Wujud kepala manusia, badan berupa organ dalam tubuh. Bisa terbang melayang di udara. Dalam video, warga berbondong-bondong melihatnya. Kemudian ada yang merekam videonya.

Itu terjadi di Desa Margamulya, Balikpapan. Setelah CCTV diunggah di Youtube, jadi heboh. Tapi, saat warga berbondong-bondong, tidak melihat benda melayang, seperti di video.

Sebenarnya, secara ilmiah, kondisi seperti ini sudah diteliti.

Simak videonya di sini:

Baca Juga:

Lagu ‘Potong Bebek’ Malah Disesalkan Timses Prabowo

Pendaki Gunung Diperkosa Teman di Hutan Sampai Mati

Guyonan Utang Nasi Pecel Jokowi di Reuni Kagama

Dikutip dari Psychology Today, orang yang mengaku melihat hantu, mengalami sensed presence. suatu kondisi pada orang yang berada di tempat berbahaya atau aneh.

Orang sedang tertekan, sedih, atau murung, juga menyebabkannya merasa melihat, dikunjungi, atau ditemani sesuatu.

“Sangat tidak beralasan jika pengalaman dengan hantu, roh halus, atau entitas gaib lainnya datang dari lingkungan yang biasa saja,” kata psikolog sosial Frank T. McAndrew.

Selain stres, kekurangan oksigen, rangsangan terus menerus, dan kadar hormon juga bisa menyebabkan manusia merasa ada entitas lain.

Riset yang dipimpin Director of the Center for Neuroprosthetics Olaf Blanke menunjukkan, faktor tersebut merangsang areal otak yang menyebabkan manusia merasakan adanya makhluk gaib.

Tingkat nyata terkait adanya objek lain beragam mulai dari sekadar perasaan, hingga melihat jelas layaknya makhluk atau manusia biasa.

McAndrew menjelaskan, ahli psikologi evolusi sepakat pengalaman melihat entitas gaib juga dipicu agency-detection mechanism.

Mekanisme ini berevolusi dari yang semula untuk melindungi manusia dari musuh dan pemangsa.
Hal ini biasa terjadi saat individu berada di tempat yang gelap, sepi, atau berbahaya.

Individu cenderung lebih fokus menghadapi situasi di sekitarnya untuk mengantisipasi kemungkinan bahaya.

Manusia bisa saja salah perhitungan karena reaksi lebai pada situasi yang serba ambigu.

Riset Kirsten Barnes dan Nicholas Gibson menunjukkan, pengalaman supernatural kebanyakan terjadi pada situasi yang mengancam atau ambigu.

Individu yang pernah mengalami paranormal activity cenderung mudah empati dan terserap dalam pengalaman seseorang.

Kendati tak memungkiri adanya makhluk gaib, pengalaman melihat hantu menjadi pengingat untuk selalu hati-hati tanpa perlu bertindak berlebihan. (*)

BAGIKAN