Harga Beras Kualitas Super di Bojonegoro Stabil

Bulog Sulteng Baru Menyerap 256 Ton Dalam 2 Bulan Terakhir (Foto: Istimewa)

@Rayapos | Bojonegoro: Sejumlah pedagang di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan harga beras kualitas super stabil, tidak terpengaruh panen tanaman padi di daerah setempat dan Tuban sejak sepekan terakhir.

“Panen tidak mempengaruhi harga beras kualitas super, juga kualitas premium, sebab kualitas beras panenan baru tidak terlalu bagus,” kata seorang pedagang beras di Bojonegoro Kharis, Selasa(31/1).

Menurut pemilik UD Barokhah Alam di Desa Balen, Kecamatan Balen, Bojonegoro Khafid Al Amin, kualitas beras panenan baru tidak terlalu bagus, disebabkan kadar airnya tinggi, selain kadar menirnya tinggi.

Panen tanaman padi, lanjut dia, merata tidak hanya di Bojonegoro, tetapi juga di Tuban.

“Saya tetap membeli beras panenan baru dengan mencari yang kualitasnya agak bagus, tetapi hanya sekitar 2-3 ton per hari. Padahal biasanya bisa membeli enam ton per hari,” ucap Kharis.

Khafid juga mengaku sama tetap mencari beras panenan baru yang akan diproses, dengan memilih yang berkualitas bagus.

“Seharusnya kalau panen harga beras super juga ikut turun, tetapi sekarang ini masih stabil,” kata Khafid dibenarkan Kharis.

Khafid menyebutkan beras kualitas super yang dijual di tempatnya yang biasanya dikirim ke berbagai daerah di Jawa Timur, juga lokal mulai Rp8.050, Rp8400, dan Rp9.200 per kilogram.

Namun, menurut dia, harga penjualan beras super di tempatnya itu dalam jumlah banyak, bukan eceran, sehingga ketika beras itu jatuh di pedagang harganya bisa mengalami kenaikan berkisar Rp500-Rp1.000 per kilogram.

Data di Pasar Kota dan Pasar Banjarjo, Kecamatan Kota, menyebutkan harga beras kualitas premium sampai super mulai Rp9.000-Rp11.000 per kilogram dan beras untuk masyarakat sejahtera (rastra) Rp7.000 per kilogram.

Di kedua pasar tradisional itu, harga beras kualitas menengah ke bawah turun menjadi berkisar Rp8.000-Rp8.300 per kilogram, yang sebelumnya berkisar Rp8.500-Rp8.700 per kilogram.

“Saya tetap bisa menjual berbagai macam jenis beras berkisar 8 kuintal sampai 1 ton per harinya,” kata seorang pedagang beras di Pasar Banjarjo, Kecamatan Kota, Bojonegoro Ny Rusti Evida menambahkan.

Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Akhmad Djupari menyatakan tanaman padi di daerahnya pada musim tanam (MT) I tahun 2017 ini terganggu serangan hama wereng coklat, tetapi mampu teratasi.

“Kami bersama petani berusaha mengatasi serangan hama wereng coklat dengan melakukan menyemprotkan inksektisida,” ucapnya menambahkan. [ant]

Comments

comments