Harga Ikan Asin di Kendari Tetap Tinggi

@Rayapos | Kendari: Harga ikan kering (ikan asin) di sejumlah pasar tradisional dan pasar induk di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) selama bulan Oktober 2016 masih tergolong tinggi, meskipun stoknya cukup tersedian di sejumlah pedagang.

Pantauan di pasar induk Mandonga, Kendari Selasa, harga ikan asin jenis katamba dan ekor kuning di jual pedagang berkisar Rp50.000-Rp60.000 per kilo gram dan ikan sunu kualitas ekspor di jual pada kisaran Rp80.000-Rp100.000 per kilo gram.

Begitu pula dengan ikan teri (lure) dari berbagai jenis juga bervariasi mulai dari harga Rp50.000 per kilo gram hingga ada yang mencapai Rp120.000 per kilo gram khusus ikan teri halus.

“Semakin kecil dan halus ikan teri, harganya pun juga semakin tinggi,” ujar Ria (37), pedagan ikan kering di pasar basah Mandonga.

Tingginya harga ikan asin dari berbag jenis tersebut, selain pasokan dari daerah produsen terbatas juga, para pedangang seakan-akan kompak untuk tidak menurunkan harga walaupun stoknya banyak. Sebab ikan asin walaupun disimpan lama dalam satu tempat tidak akan rusak.

“Berbeda dengan ikan segar (ikan basah-red), harganya bisa dimanikan para pedagang sepanjang tingkat pembelian dan permintaan konsumen di pasaran,” ujar Udin (45), pedagang ikan asin lainnya.

Produk ikan asin yang membanjir pasaran di Kota Kendari, selain hasil tangkapan nelayan lokal dari beberapa kabupaten kota di Sultra, juga datang dari pedagang Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kualitas ikan lokal Kendari dengan ikan yang didatanbgkan dari luar (antarpulau) memang sedikit lebih baik dari luar, terutama dari proses pembuatan ikan asin itu.

Biasanya ikan-ikan asin lokal tingkat ke asinannya lebih tinggi dibanding dengan ikan asin dari luar Sultra, sehingga konsumen lebih banyak membeli ikan asin produk luar.

Alasannya karena semakin asin ikan yang dihasilkan para nelayan itu, juga semakin berat volume (timbangannya) saat akan dijual dipasaran, ujar Hasim, warga di Kota Kendari yang mengaku suka menkonsumsi ikan asin. [ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY