Harga Kedelai Impor di Kudus Naik

@Rayapos | Kudus: Harga jual kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pekan ini mengalami kenaikan menjadi Rp6.450 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya Rp6.200 per kilogram.

“Kenaikan harga jual kedelai impor terjadi diduga karena pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika,” kata Ketua Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma’ruf di Kudus, Jumat.

Pengalaman sebelumnya, kata dia, harga jual kedelai impor tidak terlalu terpengaruh kurs rupiah terhadap dolar AS, namun pekan ini berbeda dengan sebelumnya.

Untuk biaya transportasinya, kata dia, justru turun dari sebelumnya Rp72 per kilogramnya, kini hanya Rp67/kg.

Hal itu, kata dia, disebabkan karena adanya penurunan harga jual bahan bakar minyak (BBM).

Meskipun ada kenaikan harga jual, kata dia, permintaan cenderung stabil karena rata-rata per hari sekitar 15 ton kedelai.

Lonjakan permintaan kedelai impor menjelang puasa, kata dia, memang belum terlihat karena biasanya mulai ada kenaikan ketika pekan kedua bulan puasa.

Untuk stok kedelai impor, kata dia, tersedia cukup dan masih bisa ditambah ketika ada lonjakan permintaan.

Stok kedelai impor yang tersedia di gudang sebanyak 65 ton, sedangkan kedelai lokal mulai menipis karena hanya tersedia 7 ton.

Harga jual kedelai lokal, katanya, lebih murah karena hanya dibanderol Rp6.000/kg.

Stok kedelai lokal tersebut, diterima dari Madura karena pasokan kedelai dari Purwodadi sudah habis.

“Informasinya masih ada panen kedelai dari Kabupaten Lamongan, namun kepastiannya tentu menunggu adanya pengiriman kedelai lokal dari kabupaten tersebut,” ujarnya.

Daerah lain yang menjadi langganan pemasok kedelai lokal, di antaranya dari Kabupaten Jember, Bali, dan Purworejo.

Sementara jumlah pengusaha tahu dan tempe di Kabupaten Kudus yang selama ini membutuhkan kedelai impor sebagai bahan baku untuk membuat tahu maupun tempe diperkirakan mencapai 300-an pengusaha.

 

[Antara]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY