Tersangka Haris. Foto: Facebook

@Rayapos | Jakarta – Tersangka pembunuh sekeluarga Daperum Nainggola, Haris Simamora (HS) akhirnya mengakui, dia membunuh karena sering dimarahi Daperum. Sebelumnya dia menyangkal.

“Motifnya sering dimarahi,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Argo belum mau menjelaskan lebih rinci terkait motif. Dia mengaku akan menjelaskannya saat rilis nanti.

“Nanti sore kita akan rilis,” ucap Argo.

Namun, Haris masih ada hubungan keluarga dengan isteri Daperum, Maya Boru Ambarita.

Haris ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Rabu (14/11/2018) pukul 22.00 WIB. Itu setelah polisi menemukan petunjuk dari mobil korban, Nissan X-Trail yang ditemukan di Cikarang.

“Info dari masyarakat, ternyata HS ini ada di Garut sehingga tim dari Polda dan Polres menuju ke Garut. Sampai di Garut, HS ada di kaki Gunung Guntur. Katanya akan mendaki gunung,” ujar Argo.

Hasil penelusuran polisi, mobil berwarna silver B-1075-UOG itu ditemukan di rumah kos Haris di Cikarang. Diketahui Haris sempat mengobati jari telunjuk yang terluka.

Saat diinterogasi, Haris mengelak terlibat dalam pembunuhan satu keluarga di Bekasi.

Tapi polisi terus menyelidiki. Bukti bercak darah di mobil. Juga bukti pakaian Haris. Serta bukti-bukti lain di tempat kejadian. Setelah semua bukti dikonfrontir, Haris tak bisa lagi mengelak.

Baca Juga:

Pembunuh Sekeluarga di Bekasi Tertangkap Saat Hendak Mendaki Gunung Guntur

Utang Indonesia Naik Lagi, Segini Jumlahnya

Hong Kong Open 2018: Tiga Ganda Campuran Indonesia ke Perempat Final

Cross-check Bukti Bukti

Tersangka Haris. Foto: Facebook
Tersangka Haris. Foto: Facebook

Pembunuhan terhadap sekeluarga Daperum terjadi di rumah korban Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat,

Eksekusi pembunuhan diperkirakan pada Selasa (13/11/2018) dini hari. Jenazah empat korban ditemukan beberapa jam kemudian, Selasa (13/11/2018) pukul 06.30.

Korbannya sekeluarga, Daperum (38), isterinya Maya Boru Ambarita (37) dan anak-anak mereka, Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7).

Saat ditemukan, jenazah Diperum, Maya, Sarah dan Arya dalam kondisi menggenaskan. Diperum dan Maya tewas karena digorok. Leher mereka nyaris putus. Sedangkan dua anaknya tewas akibat dicekik dan dibekap.

Jejak-jejak pelarian HS kemudian ditelisik polisi. Segala petunjuk dari rumah lokasi pembunuhan jadi pijakan polisi melakukan penyelidikan.

Mobil Nissan X-Trail milik korban, hilang dari garasi. Mobil ini jadi salah satu petunjuk penting.

Dimulai dari temuan mobil milik Daperum Nainggolan di kos wilayah Cikarang, polisi menelusuri keberadaan Haris hingga ditangkap pada pukul 22.00 WIB, Rabu (14/11).

Polisi menemukan kunci mobil merek Nissan. Kemudian ada ponsel dan uang Rp 4 juta.

“Kami amankan Rabu (14/11/2018) malam sekitar pukul 22.00 WIB di Garut. Yang bersangkutan kami bawa ke Jakarta, kami interogasi,” kata Argo.

Itu berarti polisi menangkap tersangka kira-kira 24 jam lebih sedikit dari eksekusi pembunuhan.

Haris, karena memiliki hubungan keluarga dengan Maya. sering dilihat tetangga korban pembunuhan. Kata tetangga, Haris membantu pengiriman barang-barang di warung milik Daperum.

Upaya Haris mengelak tuduhan sebagai pembunuh, dipatahkan bukti-bukti.

Ada bercak darah di mobil Nissan. Di seat belt, gagang pintu kanan, pedal gas, karpet bawah kemudi.

Juga, dari kamar kos Haris di Cikarang, polisi menyita celana berwarna hitam, yang juga terdapat noda bercak darah.

Dari bukti yang jelas dan lengkap, Haris tak bisa lagi mengelak. Akhirnya dia mengakui sebagai pembunuh sekeluarga Daperum.

Polisi mengatakan, motif pembunuhan adalah dendam. Hasil lengkap pemeriksaan tersangka akan segera diumumkan.

“Sementara dendam. Habis Salat Jumat akan dirilis oleh Polda Metro setelah hasil labfornya keluar,” ujar Argo. (*)

BAGIKAN