Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo

@Rayapos | Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjabarkan komitmen Prabowo-Sandi untuk difabel. Apa saja?

“Salah satu komitmen kami itu janji kami memberikan beasiswa kepada putra, putri anak-anak disabilitas. Bagi yang disabilitas punya anak, anak-anak supaya bisa menunjang atau membantu orang tua yang disabilitas itu, anak-anak akan diberikan beasiswa khusus untuk melanjutkan pendidikan kita, itu komitmen kami juga,” kata Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I No 35, Jakarta Selatan, Jumat (16/11/2018).

Baca juga:

Grace Natalie Dilaporkan ke Polisi oleh Eggi Sudjana, Ini Alasannya

Gerakan OK OCE Ingin Wagub DKI Baru Pro UMKM

Pernyataan itu disampaikan Hashim usai membuka acara peluncuran buku karya Prabowo yang berjudul ‘Paradoks Indonesia’ versi braille (untuk tunanetra). Hashim menyebut peluncuran bukut itu bagian dari komitmen Prabowo-Sandiaga untuk difabel.

Selain beasiswa untuk anak-anak yang memiliki orang tua penyandang disabilitas, Hashim menyebut Prabowo-Sandiaga berjanji akan mengeluarkan mata uang dengan huruf braille. Hal itu karena tim BPN mendapat aspirasi dari kaum difabel terkait kesulitannya membaca mata uang sehingga dengan mudah bisa ditipu.

“Sebenarnya itu ide saya untuk bikin mata uang braille. Kami dapat aspirasi dari tunanetra, ada banyak yang bekerja jadi tukang pijit di panti pijit dan sering kawan-kawan kita tunanetra mereka ditipu oleh pelanggannya. Mestinya dikasih Rp 50 ribu, ini malah dikasih Rp 500 atau Rp 5 ribu atau malah pakai uang palsu,” ungkap Hashim.

Hashim menyebut jika Prabowo-Sandiaga terpilih, maka pasangan itu akan membuat PP dari UU Disabilitas. “Saya bulan Agustus 2016 saya pimpin rombongan untuk bertemu Menteri Sosial waktu itu Ibu Khofifah. Saya minta komitmen pemerintah agar RUU diwujudkan menjadi PP dan Juklak, Juknis. Saya sangat sadar bahwa kalo suatu UU tidak ada turunannya, PP dan Juklak Juknis itu tidak efektif,” kata Hashim.

“Namun, kalau kami nanti di eksekutif, saya bisa berjanji, PP, Juklak dan Juknis akan segera terwujud, terlaksana dalam waktu singkat tidak perlu terlalu lama kita jadikan PP, Juklak dan Juknis. Itu aspirasi dari kaum disabilitas dan tuna netra bisa kita penuhi,” sambungnya.

BAGIKAN