Kolase: Rayapos?DWO

@Rayapos | Jakarta – Ahok, Lapangan Banteng dan 16 Agustus jadi perhatian warganet. Sebab, akun Instagram Ahok terverifikasi @basukitp kemarin mengunggah itu. Warganet penasaran pada tulisan 16 Agustus.

Warganet penasaran, apa yang akan terjadi pada 16 Agustus 2018? Kemudian apa hubungannya antara Ahok dengan Lapangan Banteng?

Belum terjawab penasaran netizen, akun tersebut kembali memposting hal yang sama. Kali ini, ia memberikan clue mengenai hubungannya antara ketiga hal tersebut.

Akun itu kini memposting Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, kemudian menyertakan deskripsi.

“Ide pembuatan patung pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng yang terbuat dari perunggu memiliki bobot hingga delapan ton tersebut divisualisasikan oleh Henk Ngantung Gubernur Jakarta periode 1963-1965. Tunggu jawabannya pada 16 Agustus 2018”

Sama seperti postingan sebelumnya, postingan itu juga masih diposting oleh Tim BPT.

“Diposting oleh @timBTP #KOKAHOKKEPIKIRAN terus Lapangan Banteng? Tunggu jawabannya pada 16 Agustus 2018!,” tulisnya.

Baca Juga:

Sebelumnya, postingan di akun instagram Basuki Tjahja Purnama atau Ahok menimbulkan tanda tanya besar. Postingan itu seolah menjadi teka-teki belum dipecahkan.

Di akun instagam Ahok yang terverifikasi tersebut tampak gambar patung yang berada di Lapangan Banteng Jakarta.

Foto yang dikolase di akun instagram @basukibtp juga tertulis hal seperti ini:

“KAMU TAU NGGAK ITU PATUNG APA DI LAPANGAN BANTENG? ITU ADALAH MONUMEN PEMBEBASAN IRIAN BARAT.

BANYAK ORANG NGGAK TAHU ANGKATAN SEKARANG. DULU KITA PERNAH PERANG HEBAT MELAWAN IRIAN BARAT DENGAN SEKUTUNYA”

Belum diketahui, apa maksudnya. Kendati demikian, postingan di akun Instagram @basukibtp itu diposting bukan Ahok. Melainkan tim ahok @timBTP pada Senin (23/7/2018).

@timBTP menuliskan caption “#KOKAHOKKEPIKIRAN ”

Banyak juga warganet yang mengomentari postingan yang telah mendapatkan likes sebanyak 35.825 itu.

Ada yang menyebutkan tokoh patung tersebut. @santosonatanaelvictor : ‘Dan model tokoh di patung itu adalah JOHANES ABRAHAM DIMARRA. .aku tau karna baca buku di perpustakaan.. Anak papua yang berjuang untuk indonesia”

Namun, banyak netizen yang mengira Ahok akan bebas bulan depan, serta megaku kagen dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

@amirajoden70 : ‘cepat bebas pak ahok. rakyat dah pada menunggu gebrakanmu untuk membanggun negara tercinta indonesia ini’

@bey1603 : ‘Kangen pak ahok saya min tolong sering jenguk pak ahok ya, ceritain kalo banyak yang sayang sama pak ahok, banyak yang kangen sama beliau. (emoticon)

Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 174 Tahun 1999 Tentang Remisi, terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa bebas bersyarat pada bulan Agustus 2018 mendatang.

Ahok divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tanggal 9 Mei 2017 atas kasus penistaan agama.

Ahok melalui tim kuasa hukumnya pernah mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) namun tidak dikabulkan oleh Mahkamah Agung.

Saat ini, mantan gubernur DKI Jakarta tersebut masih mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat.

Dalam Pasal 2 Keppres Nomor 174 Tahun 1999 diatur bahwa remisi umum diberikan pada hari peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus.

Sedangkan remisi khusus diberikan pada hari besar keagamaan yang dianut oleh narapidana dan anak pidana yang bersangkutan, dengan ketentuan jika suatu agama mempunyai lebih dari satu hari besar keagamaan dalam setahun, maka yang dipilih adalah hari besar yang paling dimuliakan oleh penganut agama yang bersangkutan.

Dalam Pasal 4 tertulis bahwa besarnya remisi umum adalah satu bulan bagi narapidana dan anak pidana yang telah menjalani pidana selama 6-12 bulan serta dua bulan bagi narapidana dan anak pidana yang telah menjalani pidana selama 12 bulan atau lebih.

Dalam Pasal 5, besarnya remisi khusus adalah 15 hari bagi narapidana dan anak pidana yang telah menjalani pidana selama 6-12 bulan serta satu bulan bagi narapidana dan anak pidana yang telah menjalani pidana selama 12 bulan atau lebih.

Pada 17 Agustus 2017, Ahok tidak mendapatkan remisi umum karena belum menjalani masa hukuman minimal untuk mendapatkan remisi umum yakni 6 bulan penjara.

Akan tetapi Ahok mendapatkan remisi khusus pada Natal 2017 berupa pengurangan masa tahanan selama 15 hari. Sebab, terhitung sampai 25 Desember 2017, Ahok telah menjalani masa hukuman selama lebih dari enam bulan.

Selain itu, Ahok juga bisa mendapatkan remisi tambahan jika selama di penjara berkelakuan baik, berjasa bagi negara dan berbuat sesuatu yang positif untuk sesama narapidana.

Pasal 6 Keppres Nomor 174 Tahun 1999 mengatur besarnya remisi tambahan adalah 1/2 (satu per dua) dari remisi umum yang diperoleh pada tahun yang bersangkutan bagi narapidana dan anak pidana yang berbuat jasa kepada negara atau melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi negara atau kemanusiaan.

Masih dalam pasal yang sama, disebutkan besarnya remisi tambahan adalah 1/3 (satu per tiga) dari remisi umum yang diperoleh pada tahun yang bersangkutan bagi narapidana dan anak pidana yang telah melakukan perbuatan yang membantu kegiatan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan sebagai pemuka.

Karena itu, Tahun 2017 Ahok tidak mendapatkan remisi tambahan lantaran pada tahun tersebut terpidana kasus penistaan agama itu tidak mendapatkan remisi umum. Namun, Ahok bisa mendapatkan remisi tambahan pada tahun 2018.

Selain itu, terdapat pula pembebasan bersyarat setelah terpidana menjalani 2/3 (dua per tiga) dari masa hukumannya.

Pembebasan Bersyarat adalah bebasnya narapidana setelah menjalani sekurang-kurangnya dua pertiga masa pidananya dengan ketentuan dua pertiga tersebut tidak kurang dari sembilan bulan.

Pembebasan bersyarat ini dapat diberikan kepada narapidana sepanjang memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat.

Dalam perhitungan secara umum tidak termasuk remisi, Ahok akan sudah menjalani 2/3 (dua per tiga) masa hukuman pada September 2018 nanti.

Dengan remisi Natal 15 hari, plus remisi umum hari kemerdekaan dan peluang remisi tambahan maka Ahok bisa bebas setidaknya pada 17 Agustus 2018. (*)

BAGIKAN