Rumah Herdy di Pernjaringan, Jakarta Utara (FOTO: RAYAPOS/ANDREW TITO)

@Rayapos | Jakarta – Herdi (45), korban penembakan misterius di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara waktu lalu, tak pernah cerita ke keluarga soal pekerjaannya. Hal ini diceritakan Lia (16), anak sulung Herdi.

Lia mengaku sama sekali tidak tahu ayahnya memiliki masalah terkait pekerjaan.

“Papa orangnya gak pernah cerita kalau ada hal-hal (masalah pekerjaan) itu. Kami keluarga pemikir, jadi kalau ada masalah selalu dipikirin sendiri, gak pernah cerita,” ujar Lia kepada Rayapos.com di rumahnya, Jakarta Utara, Selasa (24/7/2018).

Menurut Lia, beberapa hari sebelum ayahnya ditembak, tak ada tanda-tanda tamu yang mencurigakan menyambangi rumah mereka.

“Tidak ada, tidak ada tamu yang datang,” ucapnya singkat.

Baca juga:

Zulhas Bertemu Jokowi, Apakah PAN Diajak Berkoalisi?

Mewahnya Interior Pesawat Pribadi Vladimir Putin

Suhu di Jepang 41,1 Derajat Celcius, 77 Orang Tewas

Lia yang masih bersekolah kelas 3 SMA ini juga mengaku tidak menyangka ayahnya akan menjadi korban penembakan sadis. Di mata Lia dan keluarga, Herdi merupakan sosok ayah tegas dan bijaksana

“Papa orangnya tegas sama anak anaknya dan orangnya juga bijaksana, itu kesan saya pada Papa,” ujarnya.

Sementara saat ini Jenazah Herdi kata Lia sudah dimakamkan di Pemakam Umum Tegal Alur, Jakarta Barat.

“Papa sudah dimakamkan dikubur di Tegal Alur,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Penjaringan, AKBP Rachmat Sumekar menduga motif penembakan terhadap Herdi (45) di Jalan Fajar, Penjaringan, Jakarta Utara berlatar belakang bisnis.

Hal itu terlihat saat kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni barang-barang milik korban tidak ada yang hilang.

Dari hasil olah TKP tersebut, kepolisian menduga pembunuhan sudah direncanakan dua pelaku tidak di kenal dan misterius yang menggunakan sepeda motor N-Max.

Hingga kini, polisi belum berhasil mengungkap pelaku yang diduga melakukan pembunuhan berencana tersebut.