FOTO: RAYAPOS/ANDREW TITO

@Rayapos | Jakarta – Polisi mengamankan 25 bocah berusia belasan tahun. Mereka kedapatan sedang berpesta hirup lem Aibon di kolong jembatan di kawasan Lontar, Jakarta Utara, Kamis (11/10/2018).

Kapolsek Koja, Kompol Effendi mengatakan, ke-25 terdiri dari pria dan wanita. Ditangkap saat sedang berpesta hirup lem Aibon, Kamis dini hari.

“25 orang ini diamankan tengah malam sedang hirup lem. Diamankan dari berbagai lokasi, salah satunya di Kolong Jembatan di kawasan Lagoa, Koja,” ujar Effendi, saat ditemui di Mapolsek Koja, Kamis (11/10/2018).

Baca juga:

Pasutri Muda Ini Tertangkap Polisi sedang Edarkan Sabu

SMAN 87 Berhentikan Sementara Guru Nelty Khairiyah

Usai penangkapan, ke-25 bocah diberikan pembinaan oleh aparat kepolisian. Orang tua, guru, maupun ketua RT setempat pun dipanggil ke Mapolsek Koja.

Perjanjian pun dilakukan jika kedapatan kasus serupa, maka kepemilikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) akan dicabut.

“Kami tidak akan bosan mengantisipasi hal ini. Apalagi, terhadap gerombolan yang masih beraktifitas tengah malam, di waktu orang lain beristirahat,” ujarnya.

Meski begitu, hanya 17 bocah yang dijemput orang tua dan berstatus pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Mengajar Pertama (SMP). Delapan bocah lainnya terpaksa dilanjutkan pembinaan ke panti Dinas Sosial DKI Jakarta di Cipayung, Jakarta Timur.

“Yang dijemput orang tuanya dan sekolah kita bebaskan dengan perjanjian cabut KTP jika kembali melakukan hal serupa. Sedangkan yang tidak dijemput orang tua dan tidak bersekolah dibina oleh Dinsos,” ucapnya.

Putus Sekolah

Salah satu orang tua bocah yang ditangkap, Nurliana pasrah anaknya harus menjalani pembinaan lanjutan di Panti Sosial Cipayung, Jakarta Timur. Sebab, anaknya tersebut sudah putus sekolah sejak dua tahun lalu.

“Ya harusnya sekarang sudah SMP. Dia ngga sekolah lagi sejak kelas enam SD,” ujar Nurliana, saat ditemui di Mapolsek Koja, Jakarta Utara, Kamis (11/10/2018).

Kecurigaan anaknya ditangkap polisi disadari sejak pagi tadi. Diakuinya memang anaknya kerap keluar rumah hingga tengah malam setiap harinya. Namun kali ini, anaknya tidak pulang hingga matahari terbit.

“Biasanya dia kan pulang. Kok sekarang ngga pulang. Dapet informasi dari tetangga katanya anak saya ditangkap polisi,” ujarnya.

Soal putus sekolah, dia beralasan tidak lagi memiliki biaya. Terpaksa anaknya harus puas mengenyam pendidikan di kelas enam SD.

“Jujur saya ini ngga punya biaya. Dulu dia sekolah, tapi saya ngga punya uang terpaksa dia ngga sekolah lagi,” ucapnya.

BAGIKAN