Foto: eokita.com

@Rayapos | Jakarta – Mendengar namanya saja kayaknya bakal terbayang yang tidak-tidak. Seram ya, bagaimana bisa sebuah lokasi bernama Hutan Mati berada di salah satu jalur pendakian gunung terkenal di Jawa Barat, yakni Gunung Papandayan.

Saat kamu mengagendakan untuk mendaki Gunung Papandayan, tidak salah memang mampir di tempat yang juga ramai dikunjungi ini. Ketika senja datang ataupun pagi menjelang, pesonanya sungguh menambah nilai pendakianmu di Gunung Papandayan.

Yuk segera rencanakan pendakianmu menuju Garut dengan transportasi teman setia para pendaki bus antarkota. Primajasa yang menjadi bus andalan dengan kenyamanan yang ditawarkan akan mengantarmu mencapai lokasi Hutan Mati!

Menuju Gunung Papandayan
Dari berbagai daerah di Indonesia, Gunung Papandayan bisa dicapai dengan naik bus Primajasa menuju Garut, Jawa Barat. Hati-hati karena jalan menuju Garut sangat ramai, apalagi jika kamu menempuhnya di akhir pekan.

Dari terminal Garut segeralah menuju gerbang masuk Taman Wisata Alam Gunung Papandayan dengan kendaraan umum. Di sana kamu akan ditarik tiket masuk untuk pengunjung dan kendaraannya.

Di gerbang ini kamu bisa beristirahat sejenak dengan mengisi perut dan perbekalan, karena sudah dilengkapi fasilitas warung yang lumayan.

Jalur Pendakian Gunung Papandayan yang Menakjubkan
Yup, kini jalur pendakiannya sudah teraspal rapi untuk kendaraan roda dua penduduk yang melintas. Trek pendakian di awal perjalanan pun sudah ditata sedemikian nyaman untuk pemanasan kaki sebelum tanjakan.

Sementara di kanan kiri lintasan pendakian, kamu masih bisa melihat sejumlah kawah sambil terus melangkah menikmati suasana pegunungan yang tenang.

Baca Juga:

Ini Beberapa Homestay Malang untuk Para Backpacker

Akhirnya, UNESCO Tetapkan Gunung Rinjani Sebagai Geopark Dunia

Tidak Lengkap Tanpa Berhenti di Hutan Mati
Untuk mencapai lokasi Hutan Mati, kamu akan dihadapkan pada satu tanjakan curam yang di sisi kirinya terdapat jurang. Saat melewati puncak tanjakannya, segera jajaran pepohonan kering tinggal batang dan ranting terhampar sejauh mata memandang.

Tunggu sejenak sampai kabut turun dan memendekkan jarak pandang, inilah suasana Hutan Mati terbaik yang akan kamu dapatkan di sini. Kabut memang akan datang dan pergi, sehingga terasa janggal ketika kamu tidak terbiasa dengan suasananya.

Jadi cukup berdoa saja hujan tidak turun saat berada di Hutan Mati, karena memang hampir tidak ada tempat berteduh di lokasi ini.

Memandang Hutan Mati Dari Puncak Papandayan
Lanjutkan saja perjalananmu melewati Tegal Alun yang juga terkenal karena hamparan bunga edelweissnya jika kamu beruntung. Saat mencapai puncak Gunung Papandayan, hamparan Hutan Mati kembali terlihat di kejauhan.

Lapisan kabut yang menyelimuti wilayah ini bagaikan selimut putih ajaib diantara batang kering yang menghitam. Eits, setelah puas mencapai puncak, jangan lupa segera turun ya.

Mendaki Gunung Papandayan memang serupa tapi tak sama seperti mendaki gunung Ijen. Treknya tidak terlalu panjang tapi pemandangannya sungguh menakjubkan.

Bedanya Gunung Papandayan terletak di Garut bisa dicapai dengan bus Primajasa. Sedangkan untuk menuju ke Gunung Ijen, Anda bisa menggunakan bus umum lainnya.

Untuk biaya pendakiannya pun cukup murah, hanya Rp35.000 per orangnya. Cukup masuk dianggaran dengan memasukkan biaya naik bus Primajasa di dalamnya.

So, apakah kamu berani memasuki Hutan Mati Gunung Papandayan saat liburan nanti? Selamat menikmati pesona seram, magis, dan mempesonanya ya!

 

BAGIKAN