IDHKB: Hongkong Tertarik Produk Ulos Sumut

MEDAN, 12/2 - ULOS BATAK. Seorang pedagang Kain Ulos Batak menata barang dagangannya di kawasan Pusat Pasar Medan, Sumut, Jumat (12/2). Kain Ulos kini banyak dicari oleh wisatawan lokal maupun asing. Kain Ulos Batak tersebut dijual berkisar Rp15 ribu - Rp1,5 juta tergantung bahan dan motifnya. (Foto: Antara/ SEPTIANDA

@Rayapos | Medan: Hongkong dan sejumlah negara asing lainnya tertarik dengan berbagai produk berbahan Ulos “inang” yang dipamerkan Indonesia Hongkong Business Association (IDHKB) Sumatera Utara di Hongkong Fashion Week.

“Ulos “Inang” produksi Dewi Sanggrah Ulos diminati pengunjung yang hadir di Hongkong Fashion Week di HKCEC (Hongkong Convention and Exhibition Centre) yang berlangsung 16-19 Januari 2017,” ujar Ketua IDHKB Sumut, Rusmin Lawin di Medan, Senin (30/1).

Rusmin Lawin yang langsung memimpin delegasi IDHKB Sumut itu mengatakan, para pengunjung yang datang dari berbagai negara mengaku mengagumi keunikan corak dan desain kain ulos yang merupakan khas Sumut.

Tidak hanya baju biasa, jenis hijab yang dibuat dari ulos itu juga mendapat minat tinggi dari termasuk dari pembeli asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

“Sudah ada kesepakatan untuk jual-beli baju dan jenis lainnya yang berbahan Ulos Inang itu dengan Dewi Sanggrah Ulos,” kata Rusmin Lawin yang juga Ketua Apindo Medan.

Rusmin yang didampingi pengurus IDHKB, Nova Zein, mengatakan, melihat minat tinggi dari pembeli mancanegara, ke depannya, IDHKB akan lebih banyak membawa produk buatan Sumut untuk diperkenalkan di HKCEC.

Pasar di Hongkong juga cukup menjanjikan sehingga memang perlu aktif untuk mempromosikan berbagai produk unggulan Sumut di luar komoditas yang selama ini sudah di ekspor,” kata Rusmin Lawin.

Nova Zein, selaku project koordinator untuk misi dagang UDHKB Sumut di HKCEC itu, menyebutkan, tahun depan, tim akan membawa produk makan dan minuman khas Sumut seperti dodol, syrup dan kopi.

“Sudah saatnya semakin mengenalkan makanan khas Sumut yang teryata diminati di mancanegara,” ujar Nova.

Nova menyebutkan, Hongkong Fashion Week merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh HKTDC yang tahun 2017 bertemakan busana fall/winter.

Hongkong Fashion Week itu diikuti oleh 1.519 stand dan dikunjungan puluhan ribu “buyers” dari mancanegara.

Dewi, pemilik Dewi Sanggrah Ulos Inang, mengatakan, minat tinggi atas produk dari bahan ulos yang dibuatnya sangat menggembirakannya sebagai pengusaha UMKM.

“Selain baju, tas dan sepatu, saya juga mendapat permintaan hijab darii bahan ulos dari pembeli yang berasal dari wilayah RRT.Ada perjanjian untuk ekspor-impor meski untuk sementara dalam jumlah terbatas,” katanya. [ant]

Comments

comments