Begini penampakan psoriasis. Foto: Thinkstock

@Rayapos | Jakarta – Pernah dengar penyakit psoriasis? Bagi sebagian orang, terdengar asing. Tapi jangan anggap remeh penyakit ini.

Psoriasis adalah penyakit kulit kronis. Bisa menyerang siapa saja. Anak-anak hingga dewasa. Meski tidak menular, penyakit psoriasis dapat membuat penderitanya mengalami depresi.

Psoriasis umumnya ditandai dengan ruam merah di kulit. Kulit bersisik. Menebal. Kering, dan mengelupas.

Tanda-tanda tersebut terkadang disertai rasa gatal atau perih. Penyakit ini muncul karena sel-sel kulit diproduksi secara berlebihan.

Dilansir psoriasis.org, hampir 3% dari populasi di dunia hidup dengan psoriasis.

Di Indonesia, belum ada data jumlah yang pasti penderita psoriasis. Namun sebagai gambaran, di Amerika Serikat saat ini ada sekitar 7,5 juta orang mengidap penyakit ini. Ngeri, ya…

Belum ada obat yang mampu menyembuhkan psoriasis. Sehingga penyakit ini selalu berpotensi kambuh dan membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Juga merasa tidak percaya diri.

Lazimnya, penyakit psoriasis menyerang kulit kepala, siku, tangan, lutut, dan kaki.

Sampai kini, penyebab timbulnya psoriasis belum diketahui secara pasti. Namun gangguan autoimun, sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang sel-sel kulit sehat, kerap ditunjuk sebagai penyebabnya.

Psoriasis diwariskan secara genetik. Tapi cenderung dipicu oleh rangsangan eksternal seperti stres, infeksi, luka, alkohol, debu, rokok, dan berat badan.

Selain melawan rasa sakit, penyakit ini juga memberikan efek pada kualitas hidup pasien yang serupa dengan penyakit seperti kanker (limfoma), serangan jantung, arthritis, dan diabetes.

Yaitu: Merasa tidak nyaman, merasa depresi, memiliki masalah keuangan, dan aktivitas pasien hanya bekerja di rumah.

Baca Juga:

Awas, Pakai Sepatu Hells Terlalu Lama Berbahaya Lho..

Sule Dikabarkan Nikah Siri dengan Rita Tila, Begini Jelasnya…

Pengobatan Psoriasis

Faktor dukungan moral dan psikologis dari keluarga dan kerabat sangat berpengaruh dalam membantu kesembuhan pasien.

Orang-orang terdekat perlu memberikan semangat dan keyakinan bahwa ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobatinya, di antaranya terapi psoriasis.

Terapi psoriasis terdiri dari tiga langkah tergantung tingkat keparahan psoriasis.

Psoriasis ringan, dengan luas kelainan kulit kurang dari 3%, pasien akan diberikan salep oles (topical).

Psoriasis sedang, dengan kelainan kulit mencapai 3% sampai 10%, pasien akan menjalani fototerapi atau fotokemoterapi.

Psoriasis sedang sampai berat, yakni kelainan kulit lebih dari 10%, pasien akan diberikan obat minum (sistemik) dan disuntik.

Tidak dapat dipungkiri, psoriasis memiliki dampak besar bagi kesehatan fisik dan juga mental penderitanya.

Kualitas hidup pasien sudah pasti menurun dan mempengaruhi rasa percaya diri mereka. Hal ini pun dirasakan oleh Sabila Anjani.

Bagi pengguna instagram, nama Sabila Anjani mungkin sudah tidak asing lagi didengar.

Tidak disangka, wanita cantik yang kerap berbagi inspirasi tentang kecantikan, fashion, dan juga seorang fotografer ini, juga merupakan seorang pejuang psoriasis.

Lewat kanal YouTube-nya, Sabila berbagi pengalamannya tentang penyakit psoriasis yang sudah dideritanya selama 10 tahun .

Si cantik Sabila sering menjelaskan tentang penyakit ini. Anda mau dengar penjelasannya? Simak videonya di sini:

BAGIKAN