“Ignasius Jonan gusur Rini Soemarno, Arcandra Tahar kembali ke posisi awal”

Foto: Kompasiana

Kemarin harusnya saya bisa menikmati masakan Jepang yang mahal-mahal itu lho… Namun sayang seribu sayang, niatan itu batal.  Soalnya, kemacetan Jakarta membuat saya datang terlambat. Pas nyampe, tinggal wangi-wangi sushi yang tersisa. Sesi makan sudah selesai.

Disuruh mesen lagi, malu rasanya. Pasalnya yang duduk di situ adalah para elit negara. Terucaplah perkataan konyol yang kemudian saya sesali.

“Ah terima kasih, pas tadi kena macet di jalan saya makan jadi aja kenyang.”

Pret… hilang sudah kesempatan. Padahal perut meronta minta diisi. Ah jadi saja ketika ngobrol masalah reshuffle di sela-sela seruputan ocha, teh Jepang yang konon bisa menurunkan kolestrol sehabis menyantap makanan berminyak, imajinasi saya sontak terbang kemana-mana.

Saya iseng-iseng bertanya kepada salah seorang dari mereka, mengenai kemungkinan digelarnya kocok ulang kabinet, yang hembusannya sudah dari akhir tahun lalu tapi masih dipending sama Pak De Jokowi.

“Kapan reshuffle akan dilakukan Bang,” tanya saya.

“Hahaha… pasti.. pasti dilakukan,” jawabnya.

“Iya, persisnya kapan sih,” kejar saya bersemangat, persis kaya dulu ngejar-ngejar Metromini yang seandainya Ahok masih berkuasa pasti sudah lama dikandangkan.

“Yyyaaa… bisa sebelum lebaran kelihatannya,” jawab teman saya itu.

Whoalah… secepat itukah Pak De akan kembali merombak kabinetnya? Rasa penasaran makin memuncak. Memang sudah menjadi ciri Pak De untuk mengejutkan publik, dengan setiap langkah catur yang ia mainkan.

Pertanyaan berikutnya sudah jelas, siapa yang akan tergusur?

Ini yang membuat pembicaraan ini menarik. Saya pun mulai berfantasi ria….

Pertama, saya ngebayangin Menteri BUMN Rini Soemarno tergusur dan dilempar ke posisi baru sebagai Kepala Staff Presiden (KSP), menggantikan Teten Masduki.

Dalam bayangan saya, Teten bisa saja akan menempati pos baru sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Salah satu pos yang kosong selain China dan Inggris.

Yang menarik dari Rini, harusnya menjadi KSP itu cukup bergengsi. Namun kali ini berbeda, karena imajinasi saya berkata KSP nantinya akan ditempatkan di bawah Sekertaris Kabinet. Hah.. yang bener ah..  Artinya, Rini Soemarno, yang konon merupakan salah seorang Trio Macan yang terkenal itu akan diparkir. Berani sekali Pak De… Bukankah Rini sangat terlihat “berkuasa saat ini” di BUMN? Bukankah ia juga menjadi salah satu menteri favorit Pak De?

Ah.. memang sulit sekali meramal langkah-langkah catur Pak De ini.

Sudah lama Rini digadang-gadang harus lengser dari kabinet karena penganut neo liberalisme tingkat dewa. Tapi selama itu pula, Rini tampak tak tersentuh di kabinet. Koq malah sekarang mau diparkir sebagai Kepala Staff Kepresidenan?

Imajinasi saya pun  bergerak liar. Jangan-jangan Pak De sudah hilang kesabarannya dengan Rini. Mungkin gak ya, kalau sebetulnya sudah sebulan belakangan ini Pak De tidak lagi berbicara dan bertegur sapa dengan Rini? Aahhh, Walahuallam!

Hhhmm, saya sungguh menghargai apa yang dilakukan Pak De. Bisa saja, “memarkir” Rini di KSP akan membuat Pak De selangkah lebih dekat untuk kembali ke ideologi Trisakti yang diucapkan saat berpidato di kapal Pinisi waktu dilantik menjadi Presiden RI. 

Lantas, jika memang Rini meninggalkan posisi strategis di Kementerian BUMN, siapa yang akan mengisi posisi itu?

Saya pun melanjutkan fantasi saya.

Ignasius Jonan !!

Wow…!!! Kejutan lagi dari Pak De…

Ya iyalah, Kementerian BUMN dikenal tempat yang sangat “basah”. Siapapun yang duduk di kementerian itu haruslah orang yang berani mengggebuk, karena pos itu sangat rawan dengan pat gulipat para abunawas yang pengen cepat kaya.

Jonan membuktikan bahwa ia bisa menjadi penyengat bagi siapapun yang kinerjanya tidak baik, atau mencurigakan. 

Di bawah kendali Jonan,  PT KA dari rugi menjadi untung.  Ia melipat gandakan aset KAI dari Rp 5,7 triliun pada 2008 menjadi Rp 15,2 triliun pada 2013. Ia juga sukses menyingkirkan calo tiket di stasiun-stasiun. Belum lagi di tahun 2014, ia memecat 200 karyawan PT KAI i karena dianggap malas. Ia juga tidak mengenal kompromi saat menertibkan stasiun dari pedagang dan bangunan liar, dengan menggunakan bantuan aparat TNI.

Sementara ketika menjadi Menteri Perhubungan, ia tanpa tedeng aling-aling membekukan izin rute lima maskapai yaitu Lion Air, Garuda Indonesia, Wings Air, Susi Air  dan Trans Nusa. 

Wah, tak salah jika Pak De mendudukkan Jonan di kursi nomor satu Kementerian BUMN. 

Lantas siapa lagi yang kira-kira bakal bergeser?

“Bagaimana kalau Arcanda Tahar naik menggantikan Jonan, eh maksudnya kembali menjabat sebagai Menteri ESDM?

Ah ciamik juga kalau begitu. Arcandra memang terkenal jago di bidang itu. Tak ada masalah jika ia kembali mengambil kursi yang sempat ia tinggalkan karena hembusan isu para mafia migas yang tak senang dengan masuknya Arcandra. Saat itu masalah kewarganegaraan dihembuskan. Tapi kini gak ada masalah lagi. Yang pasti, Anda juga dengan mudah bisa menebak siapa yang akan kejang-kejang dengan kembalinya Arcandra kan? 

Hehehe… terkekeh saya dalam hati sambil mengagumi serangan-serangan kuda Pak De, atas para mafia migas. Skak Mat..!!

“Mas.. mas… ocha nya mau ditambah lagi gak?? Refill koq mas… ”

Ah, buyar deh fantasi reshuffle saya.

Lho.. koq bukan gelas saya yang diisi? Ya iyalah, kan dari tadi gak pesen makan. Nasib.. nasib…

Sebagai bentuk pelarian rasa lapar dan haus, plus tersadar dari lamunan reshuffle kabinet, mending saya nanya lagi deh.

“Bang… 2019 gimana nih….,” tanya saya.

“……………………………….. tapi  pasangan calon ini masih rahasia, jadi jangan dikasih tau dulu ya,” pesan teman saya.

Ya udah deh. Jelas kan pembaca? 2019 itu masih rahasia. Jadi, tunggu aja episode selanjutnya. Yang jelas, pasangan calon itu katanya akan dengan mudah membungkam paslon lain yang bermimpi menjadi pemimpin republik ini. Baguslah, pikir saya dalam hati.

Kembali ke imajinasi reshuffle, akankah lamunan liar saya itu jadi kenyataan?

Segelas ocha di pertemuan berikut mungkin akan bisa menjawab pertanyaan itu.

 

 

Comments

comments