Ikut arahan dukun, tersangka uang palsu sembunyi dalam goa

@Rayapos.com | Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri, menangkap salah satu tersangka uang palsu saat tengah bersembunyi di goa di Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Menurut pengakuan tersangka yang berinisal I tersebut, dia bersembunyi di dalam goa atas arahan dari seorang dukun yang mengatakan, goa adalah tempat paling aman untuk bersembunyi dari kejaran polisi.

“I ditangkap di Taman Nasional Baluran saat bersembunyi di gua atas petunjuk orang pintar. Mungkin dia berpikir kalau di gua tidak ditangkap orang Bareskrim,” ujar Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017).

Selain menangkap tersangka I, Bareskrim Polri juga berhasil menangkap tersangka GK, M, dan S, karena tindak pidana kejahatan mata uang dalam membuat, meniru, dan menyimpan uang palsu pecahan Rp100 ribu.

Baca juga : Polisi bongkar jaringan pembuat uang palsu di Pulau Jawa

Agung mengatakan, dari tangan tersangka M dan S, polisi mengamankan 310 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu.

Kemudian, polisi melakukan pengembangan dan menangkap seorang wanita berinisial R yang merupakan istri I di Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur pada 12 Oktober 2017.

Dari tangan R, polisi mengamankan tiga lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu dan berbagai alat yang diduga digunakan untuk membuat uang palsu, seperti alat sablon, tinta, dan cat.

Hari berikutnya, polisi menangkap pria bernisial T yang diduga berperan membantu I dalam membuat uang palsu di Bangkalan. Setelah itu, polisi baru menangkap I yang dilanjutkan dengan penangkapan pria bernisial AR di Stasiun Kereta Api Cirebon, Jawa Barat pada 16 Oktober 2017.

Baca juga : Peredaran uang palsu jangkau enam provinsi

Sementara itu, tersangka dikenakan pasal 36 ayat 1,2,3 dan pasal 37 UU Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dan pasal 3 atau pasal 5 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

BAGIKAN