Foto: Rayapos/BINTANG

@Rayapos | Jakarta – Penempatan container untuk tiket box menjadi polemik tersendiri bagi masyarakat. Pasalnya letak container tersebut dinilai mengganggu kenyamanan para pejalan kaki di trotoar.

Namun, bukan berarti peletakan container itu bukan tanpa sebab. Keputusan meletakkan container sebagai ticket box di trotar dilakulan setelah melalui sejumlah pertimbangan. Salah satunya faktor keamanan

“Container itu emang untuk tiket box dan emang ditempatkan di situ. Gini, kan dalam menentukan titik ada pilihan, yang diutamakan sekarang adalah soal keamanan,” ungkap Ketua INASGOC, Eric Thohir di Gedung INASGOC, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

“Pemilihan penempatan tiket box juga tidak boleh berada di dalam area komplek GBK. Kita tidak mau ada hal -hal yang tidak diinginkan. Penjualan kan offline di Alfamart, hotel, pop up store dan tiket box,” imbuhya.

Baca Juga:

Sponsori Asian Games, Qatar Airways Kucurkan USD6 Juta

Jelang Deklarasi, 9 Ketum Parpol Teken Dukungan Capres-Cawapres

Selain itu, kata dia, pihaknya juga meminta agar para penonton Asian Games 2018 tidak membawa barang banyak. “Untuk mengurangi antrean, kami putuskan semua penonton dilarang bawa ransel,” tandasnya.

Lebih lanjut, Eric menghimbau masyarakat berpikir lebih terbuka. Dalam konteks ini bukan berarti tiket box sengaja ditempatkan untuk mengganggu pejalan kaki ataupun pesepeda.

“Memang saat ini pilihan terbaik itu. seluruh kalangan masyarakat, komunitas pejalan kaki, komunitas sepeda, ini pilihan bukan salah atau benar. Nanti jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan bagaimana?” jelasnya.

Eric menambahkan, alasan keamanan tidak hanya terkait pada peletakan tiket box saja. Tetapi juga pada peraturan sterilisasi kendaraan ketika pembukaan dan penutupan Asian Games.