Indonesia-Namibia tingkatkan kerjasama bidang perdagangan

@Rayapos.com | Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Namibia, Netumbo Nandi-Ndaitwah, dan kedua menlu sepakat untuk meningkatkan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Namibia.

“Indonesia akan meningkatkan kerja sama ekonomi Namibia, termasuk melalui ‘Preferential Trade Agreement’ (Perjanjian Perdagangan Istimewa) antara Indonesia dan SACU (Serikat Bea Cukai Afrika Selatan),” kata Menlu Retno Marsudi, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Selasa(19/9).

Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Retno usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Namibia di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB 2017 di New York, Amerika Serikat, Senin (18/9).

Kedua menlu sepakat untuk untuk memperkuat perdagangan Indonesia-Namibia yang belum terjajaki dengan baik.

Perjanjian Perdagangan Istimewa (Preferential Trade Agreement/PTA) antara Indonesia dengan SACU diharapkan mampu menurunkan tarif dan mendorong peningkatan perdagangan bilateral. Untuk itu, Indonesia mengharapkan dukungan Namibia, selaku anggota SACU, atas proposal PTA yang diajukan Indonesia.

Lebih lanjut, Menlu Retno menyampaikan perlunya mendorong pertukaran antara pelaku bisnis kedua negara, termasuk dengan meningkatkan kehadiran pengusaha kedua negara pada pameran dagang di negara masing-masing.

“Saya mengundang Namibia untuk dapat berpartisipasi pada ‘event-event’ yang kita selenggarakan seperti Trade Expo 2017 di Jakarta, dan Indonesia Africa Forum di Bali pada April 2018 mendatang,” ujar Menlu Retno.

Nilai perdagangan Indonesia-Namibia pada 2016 mencapai 4,01 juta dolar Amerika Serikat (AS). Tren perdagangan kedua negara dalam lima tahun terakhir meningkat sebesar 0,42 persen.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Namibia, antara lain kertas, sabun, ikan kemasan, perabotan dan ban. Sebagai terobosan, Indonesia akan menawarkan kepada Namibia produk-produk industri strategis, seperti pesawat terbang, kapal, dan lokomotif.

Sumber: Antara

BAGIKAN