Habib Bahar usai diperika polisi, Kamis (6/12/2018). Foto: Antara

@Rayapos | Jakarta – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menetapkan Habib Bahar bin Smith jadi tersangka dugaan diskriminasi etnis dan ras. Apa dasar terkait perkara?

“Ya rangkaian ucapan yang di Palembang, saat ceramah di Palembang, yang tahun 2017,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

Syahar menegaskan, soal kalimat Bahar yang diduga memenuhi unsur pidana merupakan kewenangan penyidik. Dia menegaskan saksi ahli bahasa sudah dimintai keterangan terkait kasus ini.

“Ah itu urusan penyidik, itu masuk ranah materi nanti. Kan sudah ada saksi ahli yang diperiksa, termasuk saksi ahli bahasa,” ujarnya.

Penyidik Bareskrim tidak menahan Habib Bahar meski ditetapkan jadi tersangka. Polisi memiliki tiga pertimbangan.

“HBS memang sudah tersangka, tapi tidak ditahan, pertimbangan subyektif penyidik adalah pertama, HBS tidak akan melarikan diri,” kata Syahar.

Pertimbangan kedua, lanjut Syahar, penyidik tidak melakukan penahanan karena Habib Bahar diyakini tidak akan mengulangi perbuatannya. Sedangkan pertimbangan ketiga, penyidik yakin Habib Bahar tidak menghilangkan barang bukti karena Habib Bahar kooperatif selama pemeriksaan.

“Kemungkinan dia ditahan jika menurut penyidik melanggar ketiga hal tersebut,” ujarnya.

Dalam acara gelar perkara di Mabes Polri, Jumat (7/12/2018), Syahar menjelaskan:

“Benar bahwa berdasarkan hasil gelar perkara penyidik, HBS telah ditetapkan sebagai tersangka, telah dilakukan pemeriksaan, paraf, dan penandatanganan BAP oleh tersangka dan pengacaranya.”

Baca Juga:

Sukses di Arsenal, Ini Sosok Panutan Unai Emery

Gempa 5 Skala Richter Guncang Kabupaten Lebak

Meski ditetapkan sebagai tersangka, Syahar menambahkan, Habib Bahar tidak ditahan. “Namun tidak dilakukan penahanan dan HBS telah kembali,” ujarnya.

Pengacara Habib Bahar, Aziz Yanuar, mengatakan kliennya ditetapkan tersangka terkait sangkaan Pasal 4 b butir kedua UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Diskriminasi Ras dan Etnis.

Tim pengacara akan berdiskusi untuk menyikapi status tersangka itu. Menurut Aziz, Habib Bahar siap bertanggung jawab atas tindakannya.

“Habib nggak ada respons yang bagaimana-bagaimana karena memang kooperatif dan memang bersedia mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Aziz. (*)