Tersangka M. Aris saat dikeler di Mapolres Mojokerto, Senin (29/10/2018). Foto: Radar Kediri

@Rayapos | Mojokerto – Pemerkosa spesialis anak, Muhammad Aris (20) dibekuk polisi di Mojokerto, Jawa Timur. “Dia predator anak,” kata Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono.

Pernyataan Kapolres Sigit itu dalam konferensi pers gelar perkara di Mapolres Mojokerto, Senin (29/10/2018). Dalam acara itu, tersangka Aris dipamerkan.

Konferensi pers ini bermanfaat bagi masyarakat, agar waspadai kemungkinan tindak kriminal. Jangan sampai masyarakat jadi korban tindak kejahatan.

Dijelaskan Sigit, Aris karyawan bengkel las di Mojokerto. Dia warga Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Dia kecanduan menonton video porno. Khususnya video porno pedofil, atau penyimpangan seksual, pria menyetubuhi gadis kecil.

Maka, sepulang kerja dari bengkel las, Aris selalu mencari mangsa. Jika ada gadis kecil sendirian, itulah korbannya.

Dari hasil interogasi keras polisi, Aris mengaku, dia mengincar korban anak-anak perempuan sejak 2015. Katanya, korbannya sudah 11 anak.

Ketika Aris memperkosa anak perempuan, korban nomor 12, wajahnya tertangkap kamera CCTV. Akhirnya dia dibekuk polisi.

Dijelaskan Sigit, korban terakhir Aris adalah bocah yang tinggal di perumahan Kecamatan Prajurit Kulon, Mojokerto. Terjadi Kamis (25/10/2018) pukul 16.30.

Saat itu, korban sedang bermain sendirian di depan rumahnya. Waktu itu situasi di perumahan tersebut sedang sepi. Di sekitar rumah korban juga sepi.

Korban bocah SD itu didatangi Aris. Modus Aris, beda dengan pemerkosa anak-anak pada umumnya. Jika umumnya pelaku membujuk korban, Aris langsung brutal.

Baca Juga:

Agen MI6 Ungkap Skenario Pembunuhan Khashoggi

Bhavye Suneja, Pilot Lion yang Ingin Pulang ke Rumah Burung Merak

Adik Kopilot Lion JT 610: “Papa Sudah Larang Vino Jadi Pilot”

Korban langsung diringkus. Dijambak rambutnya, korban diseret ke sebuah rumah kosong, tidak jauh dari lokasi. Berarti, Aris sudah mengetahui kondisi situasi sekitar tempat kejadian.

“Mulut korban dibekap. Kemudian diseret dibawa ke rumah kosong. Korban lalu diperkosa,” kata Sigit.

Akibat diperkosa Aris, korban mengalami pendarahan pada alat vitalnya.

Orang tua korban pun melapor ke Polresta Mojokerto di hari yang sama sekitar pukul 21.00 WIB.

Polisi segera bergerak mempelajari kondisi TKP (Tempat Kejadian Perkara). Ternyata, di ujung gang ada kamera CCTV.

“Kami temukan petunjuk dari rekamam CCTV di gang rumah korban. Dari situ kami berhasil identifikasi tersangka,” ujarnya.

Sehari berselang, Jumat (26/10/2018) lanjut Sigit, pihaknya meringkus Aris di bengkel las Desa Sooko, Kecamatan Sooko tempat tersangka bekerja.

Aris semula tidak mengaku. Namun, dia tak berdaya setelah ditunjukkan barang bukti berupa rekaman CCTV.

Aris kemudian diinterogasi keras oleh polisi. Rupanya, Aris tak hanya sekali menjalankan aksi serupa.

Kepada penyidik, Aris mengaku telah memperkosa 11 anak-anak di Mojokerto. Perbuatan berjat itu dilakukan tersangka sejak tahun 2015.

“Tersangka ini predator anak. Modusnya dengan mencari korban, sepulang dia kerja. Tersangka berupaya mendekati korban saat situasi sepi, kemudian melakukan pemaksaan, tanpa iming-iming apa pun,” terang Sigit.

Aksi pemerkosaan terhadap anak-anak itu, kata Sigit, dilakukan Aris di 4 lokasi berbeda.

Antara lain di masjid Mengelo, masjid Sooko serta rumah dan lahan kosong di wilayah Kecamatan Prajurit Kulon.

“Motif tersangka adalah dorongan pribadi karena seringnya melihat adegan pornografi di ponsel dan warnet,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, tambah Sigit, Aris dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan Pasal 82 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya.

Atas kejadian ini, Sigit mengimbau warga meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Dia juga meminta pengelola warnet untuk memblokir konten pornografi.

“Warga yang merasa anaknya menjadi korban supaya tak segan melapor,” cetusnya.

Sementara tersangka mengaku, dia menyukai anak-anak lantaran dia tak mampu untuk mendekati perempuan dewasa.

Kepada wartawan Aris mengatakan: “Sama orang dewasa tak ada yang mau. Sekarang saya sudah kapok nonton porno,” tandasnya. (*)

BAGIKAN