Inspektur Kementerian BUMN Diperiksa Sebagai Saksi Terkait Kasus Korupsi Pupuk Oleh KPK

@Rayapos | Jakarta: Terkait kasus dugaan korupsi pembelian pupuk di PT Berdikari (Persero), hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Yuni Suryanto selaku Inspektur Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SA (Komisaris CV Timur Alam Raya Sri Astuti),” kata Yuyuk Andriati selaku Plh Kepala Biro Humas KPK, Rabu (18/5).

Selain Yuni, penyidik KPK juga memanggil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin dan Direktur Keuangan PT Mega Eltra, Hilman Taufik. Mereka berdua juga turut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sri Astuti.

KPK juga akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro selaku saksi untuk tersangka Direktur Keuangan PT Berdikari, Siti Marwa.

Sebagaimana diketahui, setidaknya KPK sudah menjerat tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pupuk tersebut. Mereka adalah Direktur Keuangan PT Berdikari Siti Marwa, Komisaris CV Timur Alam Raya Sri Astuti dan Budianto Halim Widjaja dari PT Bintang Saptari.

Siti yang ditetapkan lebih awal sebagai tersangka, diduga menerima uang lebih dari Rp1 miliar dari vendor selama dua tahun sejak 2010. Uang itu diduga untuk memuluskan proyek agar vendor dapat memproduksi pupuk sesuai dengan pesanan perusahaan pelat merah tersebut. [Arfa Gandhi]

BAGIKAN

LEAVE A REPLY