IPW: Komjen Budi Gunawan Layak Jabat Tribrata 1, Setelah Badrodin Haiti Masuk Masa Purna Bakti

@Rayapos | Jakarta: Indonesia Police Watch (IPW) lewat Ketua Presidium, Neta S. Pane, “melempar” nama Komjen Budi Gunawan sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Polri setelah Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memasuki masa purna tugas.

Pernyataan ini ditegaskan Pane, setelah hingga kini Presiden Jokowi belum menunjukkan sikap yang jelas terkait siapa Kapolri selanjutnya. Pane juga mengatakan bahwa perpanjangan masa dinas Badrodin sangat tidak berdasar.

“Dari beberapa calon itu, BG yang paling memenuhi syarat. Pertama, dia adalah Wakapolri sebagai orang kedua di Polri,” ujar Neta saat di Jakarta, Jumat (20/5).

Seperti diketahui, Budi Gunawan sebetulnya menjadi pilihan Presiden Jokowi untuk menjabat Kapolri dan telah mengikuti serangkaian uji kepatutan di Komisi III DPR RI. Sebagai calon tunggal, Budi Gunawan sudah memperoleh lampu hijau dari anggota parlemen, sebelum kemudian tersandung kasus korupsi.

Komisi Pemberantasan Korupsi kemudian menetapkan Budi Gunawan sebagai tesangka, yang secara otomatis menggugurkan langkahnya menjadi Tribrata 1. Kasus yang sempat membuat kegaduhan politik luar biasa, yang menempatkan Presiden Jokowi di bawah tekanan hebat apakah akan tetap memilih Budi, ternyata berakhir anti klimaks.

Badrodin Haiti kemudian diangkat menjadi Kapolri, sementara Budi Gunawan, setelah melakukan langkah pra peradilan yang ia menangkan, akhirnya dilantik menjadi Wakil Kapolri.

Banyak kalangan yang kemudian berspekulasi bahwa Budi hanya “diparkir” sementara di jabatan Wakapolri, karena pada akhirnya akan juga naik menjadi Kapolri, sehubungan dengan usia Badrodin yang memang segera memasuki masa pensiun.

Jika akhirnya Budi Gunawan memang menjadi Kapolri menggantikan Badrodin, seperti penilaian Neta S. Pane, maka spekulasi para pengamat waktu lalu, akhirnya menjadi kenyataan.

Selain Budi, ada pun calon kuat lainnya, yakni Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito Karnavian, Inspektur Pengawasan Umum Polri Irjen Pol Dwi Prayitno, dan Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol) Komjen Pol Syafruddin.

Sementara calon terkuat kedua, kata Neta, adalah Komjen Budi Waseso, yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY