Isio Hill, Surga Bird Watching di Tanah Papua

@Rayapos.com | Sentani : Bird Watching Isio Hill” adalah kawasan ekowisata yang terletak di kawasan Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua.

Lokasi pengamatan burung ini cukup mudah dijangkau oleh para pecinta ekowisata. Jarak sekitar 100 kilometer dari kota Sentani bisa ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam naik kendaraan umum sampai di Pusat Distrik Nimbokrang. Dan untuk sampai di lokasi Isio Hill yang berjarak 1 kilometer dari pusat distrik bisa ditempuh dengan naik ojek.

Di lokasi bird watching ini anda bisa mengamati kecantikan dan indahnya warna-warni burung endemik asli Papua dan memotretnya dengan leluasa.

Camp Isio Hill's Bird watching. (Foto: Asrida Elisabeth)
Camp Isio Hill’s Bird watching. (Foto: Asrida Elisabeth)

Ada empat jenis cenderawasih yang bisa dilihat di sini yakni King Bird of Paradise atau Cenderawasih Raja (Cincinurus regius), Lesser Bird of Paradise atau Cenderawasih Minor (Paradisea minor), Cenderawasih Mati Kawat (Celecoudius melanoleuca) dan Cenderawasih Paru Sabit Putih (Pale billed sicklebill) yang saat ini statusnya sudah mendekati terancam (near threatened).

Selain Cendrawasih yang menjadi ikon Papua, lokasi ini juga menjadi daerah endemik jenis burung yang terancam punah lainnya seperti Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus), Rajawali Papua (Harpyopsis novaeguineae), Mambruk Victoria (Goura victoria).

Kawasan ekowisata “Bird Watching Isio Hill” merupakan bentuk pengelolaan ekowisata oleh masyarakat adat secara lestari yang oleh pemerintah telah dinyatakan memenuhi kriteria sebagai Daerah Penting Burung (DPB).

Sebagai informasi, saat ini lokasi ekowisata Bird Watching Isio Hill tengah dikembangkan menjadi kawasan ekowisata yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat adat di Rhepang Muaif.

Selain itu, Bird Watching Isio Hill juga dikembangkan sebagai kawasan perlindungan sumber daya alam khususnya satwa burung karena burung-burung tersebut adalah aset daerah yang akan bernilai jangka panjang bila dilestarikan.

Kini kunjungan wisatawan untuk pemantauan burung baik lokal, nasional maupun manca negara dari waktu ke waktu mengalami peningkatan yang signifikan. Diharapkan mampu membangun infrastruktur pendukung kegiatan ekowisata dan pengembangan kapasitas masyarakat adat sebagai pengelola.

Comments

comments