Menpora Imam Nahrawi

@Rayapos | Jakarta – Dalam menjalankan mandat yang diberikan oleh negara, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan diskusi peningkatan partisipasi kaum muda dalam menentukan hak pilihnya jelang tahun politik 2019.

Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam menjelaskan bahwa dari sisi statistik jumlah kaum muda yang menjadi pemilih di dalam kegiatan politik tahun 2019 sangatlah dominan.

“Oleh karenanya saya kira sangatlah penting dalam memberikan mereka edukasi terkait bagaimana dapat berpartisipasi secara optimal dan bertanggung jawab atas pilihannya,” kata Niam di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Niam mengatakan bahwa kaum muda memiliki keluguan dan kecendrungan berpikir positif terkait hal-hal yang baru mereka ketahui. Pribadi yang masih polos ini lah yang kerap kali menjadi alat para politikus guna menempuh kekuasaan dengan menghalalkan segala cara, salah satunya dengan Hoax atau berita bohong.

“Seperti kita ketahui bersama, generasi milenial memiliki jumlah yang sangat dominan, dimana data pemilih dalam usia 17-38 tahun mencapai lebih dari 50%. Hal tersebutlah yang menjadikan mereka berada dalam jumlah yang sangat strategis dan juga rentan untuk dipolitisasi,” ujarnya.

Dalam menyikapi hal tersebut, Niam menyebutkan bahwa politik dapat menjadi dua alat yang fungsi dan gunanya dapat berbeda arti.

“Fungsi utama politik adalah sebagai alat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Namun kerap kali politik malah dijadikan alat untuk memenangkan sebuah kontestasi tanpa mempertimbangkan nilai-nilai norma dan juga keadabannya,” jelasnya.

“Oleh karenanya, generasi muda harus kita jauhkan dari para aktor-aktor politikus yang ingin menjadikan mereka sebagai alat politik dalam merebut kekuasaan,” pungkasnya.

BAGIKAN