Presiden AS Donald Trump (Foto: BBC World)

@Rayapos | Washington DC – Arab Saudi memastikan wartawan Jamal Khashoggi tewas di Konsulat Saudi di Istanbul. Meski begitu, jasadnya masih misterius dan beragam spekulasi bermunculan.

Di tengah misteri kasus kematian Khashoggi yang belum juga terungkap, Amerika Serikat menunjuk Duta Besar baru untuk Saudi yang baru. Sebelumnya posisi ini memang kosong sejak Donald Trump memangku jabatan Presiden AS.

Bukan tokoh sembarangan yang ditunjuk Trump sebagai Dubes. Melainkan seorang jenderal bintang empat top dari masa perang Irak, John Abizaid.

Abizaid pernah memimpin Komando Pusat Amerika Serikat — yang mencakup Timur Tengah — selama perang Irak tak lama setelah invasi AS pada tahun 2003 hingga 2007. Pria keturunan Lebanon yang fasih berbahasa Arab ini merupakan lulusan Akademi Militer AS di West Point dan kemudian mendapatkan beasiswa untuk studi di Yordania. Di negara itulah, pria berumur 67 tahun ini belajar menggunakan bahasa Arab dengan fasih.

Abizaid yang asli California, AS, menulis thesis masternya di Universitas Harvard mengenai Arab Saudi, mempelajari bagaimana kerajaan tersebut membuat keputusan-keputusan mengenai anggaran pertahanan

Penunjukan Abizaid dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Saudi yang telah menjadi sekutu sejak lama. Trump yang langsung menjalin hubungan erat dengan Saudi setelah dirinya dilantik menjadi presiden AS, terpaksa harus mengkritik kerajaan tersebut dan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, setelah pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Penunjukan Abizaid ini masih memerlukan persetujuan dari Senat AS. Namun tampaknya itu merupakan hal yang mudah mengingat pensiunan jenderal bintang empat itu merupakan salah satu tokoh dihormati di Washington.

Posisi Dubes AS untuk Saudi telah kosong nyaris dua tahun sejak kepresidenan Trump. Tidak jelas apa alasan Trump membiarkan posisi penting itu kosong selama hampir dua tahun.

BAGIKAN