Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Syahar Diantono. Foto: Andrew Tito

@Rayapos | Jakarta – Habib Bahar bin Smith terduga penghina Presiden Jokowi, dipanggil Mabes Polri untuk kedua kali. Kalau tidak hadir juga, bakal dijemput paksa.

Seperti diberitakan, surat panggilan Polri kepada Bahar untuk diperiksa sebagai saksi, sudah dilayangkan Polri pada Rabu (28/11/2018) agar hadir di Mabes Polri pada Senin (3/12/2018).

Tapi, Bahar tidak memenuhi panggilan. Kemudian surat panggilan kedua, sudah dikirimkan.

Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Syahar Diantono, mengatakan, pihak keluarga Bahar sudah menerima surat pemanggilan kedua dari Mabes Polri.

“Sudah kami sampaikan ke adiknya. Mereka sudah menerima surat pemanggilan dari kami,” jelasnya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Syahar meminta kepada pemuka agama tersebut untuk datang memenuhi panggilan di Bareskrim Mabes Polri. Acaranya: Klarifikasi terkait pernyataannya dalam suatu acara keagamaan.

Jika dalam pemanggilan kedua, yang bersangkutan tidak hadir lagi, Syahar menjawab, akan dilaksanakan aturan sesuai hukum acara pidana. Dijemput paksa.

“Ya normatif saja. Kalau tidak hadir juga di pemanggilan kedua, berarti akan ada penjemputan,” ucapnya.

Baca Juga:

Dubes Saudi untuk RI Dianggap Tukang Kompor, Diprotes Keras PBNU

Menhan: Tak Ada Negosiasi Bagi Pembunuh 31 Pekerja di Papua

Waspada! Di Jakarta Masih Ada 10 Titik Rawan Longsor

Kasus bermula, ketika Bahar dalam video yang beredar di dunia maya, menyebut Jokowi sebagai pengkhianat negara dan rakyat dalam sebuah ceramah, bahkan dia menyebut Jokowi sebagai banci.

“Kalau ketemu Jokowi kamu buka celananya, jangan-jangan haid Jokowi itu, seperti banci,” ucap Habib Bahar bin Smith dalam video tersebut.

Kemudian, pernyataan tersebut ditindaklanjuti Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid untuk melaporkan Habib Bahar bin Smith ke Polda Metro Jaya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Sekjen Jokowi Mania yang melaporkan Habib Bahar bin Smith ke Bareskrim Mabes Polri terkait kasus yang sama.

Habib Bahar menegaskan pada aksi 212 menegaskan, dirinya tidak akan meminta maaf atas isi ceramah yang dinilai telah menghina Jokowi.

Bahkan, dia menyatakan, lebih memilih membusuk dipenjara daripada meminta maaf.

“Kalau itu suatu kesalahan, demi Allah, saya Bahar bin Smith tidak pernah akan minta maaf dari kesalahan itu.”

Dia lanjutkan: “Saya lebih memilih busuk di penjara daripada minta maaf. Allahu Akbar,” kata Habib Bahar di Monas, Jakarta, Minggu (2/12/2018). (*)

Simak videonya:

BAGIKAN