Presiden Jokowi saat menyerahkan 3.023 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Jakarta Barat, Rabu (9/1).(ist)

@Rayapos | Jakarta – Presiden Jokowi kian geram atas fitnah di media sosial yang menyebut dirinya anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Itu disampaikan Jokowi saat membagikan sertifikat tanah untuk warga Jakarta Barat di Gedung Serbaguna Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/1/2019).

“Jelang tahun politik, isinya media sosial ya fitnah dan kabar bohong. Coba kalau tidak percaya, buka media sosial. Di sana dibilang Jokowi itu PKI, saya empat tahun ini digitukan diam saja. Sekarang saya mau ngomong,” paparnya.

Dari atas podium, Jokowi yang seperti biasa menggunakan kemeja putih, menjelaskan bahkan PKI dibubarkan tahun 1965 atau 1966, sedangkan dirinya baru lahir tahun 1961.

“Saya lahir tahun 1961, PKI dibubarkan 1966. Saat PKI dibubarkan usia saya 4 tahun. Apa ada PKI Balita?” Tanya Jokowi yang disambut tawa riuh warga.

Jokowi meminta cara-cara berpolitik yang tidak sehat tidak lagi digunakan. Terlebih, dari hasil survei, disebutkan 9 juta orang masih percaya dengan isu dirinya adalah PKI.

“Saya kaget juga, waduh saya harus jawab ini.‎ Ini bukan etika politik yang baik. Ini jauh dari tata krama Indonesia. Semuanya harus diakhiri, karena kita ini bangsa yang besar,” tuturnya.

Jokowi juga sempat menunjuk sebuah gambar yang memperlihatkan dirinya ada di dekat DN Aidit, Ketua PKI, saat pemilu 1995.

Lagi-lagi, Jokowi menegaskan itu bukan foto asli, melainkan murni rekayasa.

“Saya lahir saja belum, foto saya sudah dipasang dekat Aidit. ‎Bahaya ini kalau banyak yang percaya. Saya sempat lihat gambar itu di HP saya. Saya perhatikan iya, kok wajahnya persis saya. Saya lihat, benar itu wajah saya,” ucap Jokowi. (*)

BAGIKAN