Presiden Jokowi saat memberikan kuliah umum di Universitas Hankuk, Seoul, Korsel, Selasa (11/9/2018). Foto: Sekretariat Negara

@Rayapos | Jakarta – Di akhir kunjungan kerja di Korsel, Presiden Jokowi memberikan kuliah umum di Universital Hankuk, Seoul.

Tak dinyana, kuliah umum dihadiri ratusan mahasiswa Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) jurusan Bahasa Indonesia-Malaysia, Selasa (11/9/2018) waktu setempat.

Jokowi mengunggah kunjungannya ke Universitas Hankuk serta menceritakan pengalamannya melalui Instagram resmi @jokowi pada Rabu (12/9/2018).

Di situ Jokowi mengunggah foto diri berjaket almamater Universitas Hankuk dengan logo ‘H’ besar di dada kirinya.

Jokowi menyatakan, merasa terhormat diundang ke kampus yang pernah menghadirkan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-44 Barack Obama, Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev, hingga Sekretaris Jenderal PBB ke delapan Ban Ki Moon.

Kuliah umum dipenuhi mahasiswa hingga sebagian duduk di lesehan karpet ruangan.

Baca Juga:

Ujicoba Internasional: Argentina Bermain Imbang Kontra Kolombia

Bentrok Dua Ormas di Jakarta Selatan, Ini Penjelasan FBR

iPhone Bakal Dilengkapi dengan Dual SIM?

Ia menyampaikan materi, antara lain, soal Asian Games 2018 dan keikutserataan kontingen Korea Bersatu.

Atas kunjungannya ini, Jokowi diberikan kenang-kenangan berupa jaket almamater Universitas Hankuk yang langsung ia kenakan.

Begini tulisan Jokowi:

“Hari ketiga di Korea Selatan, saya datang untuk memberikan kuliah umum di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul, Selasa kemarin.

Saya merasa terhormat diundang ke kampus yang juga pernah menghadirkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Uni Sovyet Mikhail Gorbachev, hingga Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon untuk berbicara di atas podium ini.

Ruangan untuk kuliah umum penuh oleh mahasiswa, sampai-sampai sebagian dari mereka terpaksa duduk lesehan di karpet ruangan.

Ada sejumlah topik yang saya sampaikan dalam kuliah umum itu, dari soal Asian Games 2018 yang baru berlalu, keikutsertaan kontingen Korea Bersatu.

Juga soal populisme, proteksionisme, dan uni-lateralisme yang semakin meningkat di berbagai penjuru dunia, dan lain-lain.

Saya juga mendapatkan kenang-kenangan dari Hankuk University of Foreign Studies berupa jaket almamater yang langsung saya kenakan ini,” tulis Jokowi.

Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi.

Presiden Jokowi sempat menceritakan kunjungannya ke penampungan etnis Rohingnya dari Rakhine State, Myanmar, di Kamp Jamtoli, Sub Distrik Ukhiya, Cox’s Bazar, Bangladesh, Januari 2018 lalu.

Selain itu, ia juga bercerita perihal aksinya di Opening Ceremony Asian Games 2018. “Saya tahu sudah banyak pembicara yang sangat terhormat hadir di HUFS ini.

Ada Presiden Barack Obama, ada Presiden Gorbachev, ada Sekjen PBB Ban Ki-moon. Pernah berbicara di sini, memberikan sambutan di Hankuk University.

“Dari mereka, tidak ada yang pernah meloncat di atas mobil dengan mengendarai sepeda motor,” kelakar Jokowi.

Spontan, gurauan Jokowi disambut tepuk tangan audiens yang hadir.

Setelah mengakhiri kunjungan kerjanya di Korea Selatan, Presiden Jokowi menuju pangkalan udara Seoul Air Base menggunakan pesawat kepresidenan untuk melanjurkan agendanya ke Vietnam guna menghadiri World Economic Forum (WEF) of ASEAN. (*)

BAGIKAN