Presiden Joko Widodo (FOTO: biro setpres)

@Rayapos | Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali membagikan sertifikat untuk rakyat di lapangan bola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2018).

Di situ Jokowi juga berbicara soal rencana kebijakan dana kelurahan yang bakal di mulai tahun depan untuk wilayah Kota.

“Saya ingin berbicara karena saya lihat tadi banyak pak Lurah di sini. Ada yang namanya dana desa. Tahun depan kita akan memulai yang namanya dana kelurahan. Dana desa itu hanya untuk Kabupaten. Kalau dana kelurahan itu untuk Kota,” kata Jokowi dalam sambutannya.

Dia menjelaskan di Indonesia ada sekitat 100 kota, sehingga dana yang semula disebut dana desa itu, bakal dianggarkan untuk kelurahan dalam kebutuhan memperbaiki lingkungan.

“Untuk memperbaiki selokan, untuk memperbaiki jalan di kampung-kampung. Sehingga tahun depan akan ada dana kelurahan,” tuturnya.

Diinformasikan sebelumnya dana program pembangunan desa pertama kali diberikan ke desa-desa diseluruh Indonesia pada 2015 dengananggaran sebesar Rp20,76 triliun. Selanjutnya, meningkat menjadi Rp46,9 triliun pada 2016, Rp60 triliun pada 2017, dan Rp60 triliun pada 2018.

Dana desa telah dimanfaatkan dimanfaatka pemerntah desa untuk membabtu perekonomian desa dengan pembangunan jalan sepanjang 121.709km jalan, 1.960 jembatan, 5.220 pasar desa, 5.116 tambatan perahu nelayan, 2.047 embung, dan 97.176 unit irigasi.

Selain itu, dana desa juga dimanfaatkan untuk menaikkan kesejahteraan hidup masyarakat desa dengan pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau TK sebanyak 21.357 unit, 13.973 unit Posyandu disetiap kelurahan, 21.811 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sarana olahraga seperti GOR, dan sebagainya.