Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo (kiri), meninjau fasilitas gerbang tol pada acara Peresmian Tol Solo-Ngawi, Minggu (15/7/2018). Foto: Antara

@Rayapos | Jakarta – Presiden Jokowi menginginkan, rest area di jalan tol diisi produk lokal. Bukan merek-merek asing seperti McDonalds, KFC, Starbucks dan lain-lain. Sebaliknya, diisi produk UKM lokal.

Itu disampaikan saat meresmikan jalan tol Solo – Ngawi, ruas Kartasura-Sragen, Minggu (56/7/2018).

Menanggapi itu Manajemen PT Fast Food Indonesia Tbk, pengelola KFC di Indonesia mengaku tidak masalah. Manajemen akan mengikuti jika itu jadi kehendak pemerintah hingga tertuang dalam aturan.

“Ya kalau itu sudah peraturan ya kami ikuti,” kata Corporate Secretary Justinus Dalimin Juwono kepada wartawan, Selasa (17/7/2018).

Justinus menambahkan, sejatinya sumbangsih gerai KFC di rest area tidak begitu besar. Jumlah gerainya juga sangat sedikit.

“Enggak banyak terutama di tol Cikampek dan Jagorawi, enggak sampai 10 kok. Sumbangsihnya enggak seberapa lah, kalau ramai saja,” tuturnya.

Menurut Justinus pendapatan KFC di rest area terasa besar hanya dalam waktu-waktu tertentu seperti musim mudik, ataupun hari-hari besar lainnya dan libur panjang.

Baca Juga:

Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga berpesan untuk pengembangan UMKM di tol Solo – Ngawi. Dia memerintahkan agar rest area-rest area di jalan tol untuk diisi dengan produk-produk lokal.

“Pada kesempatan ini saya titip, tadi sudah disinggung Pak Menteri PU, soal rest area. Jangan sampai titik-tik yang ada kegiatan ekonomi justru diisi oleh merek-merek asing, brand-brand asing. Saya minta disetiap rest area, jualannya bukan McD, bukan Kentucky, bukan Starbucks, Terus mulai diganti sate, soto, tahu guling, gudeg,” kata Jokowi.

“Ada perintah pada Menteri BUMN, Menteri PUPR untuk diubah. Kerja sama dengan Kabupaten/Kota, Provinsi sehingga yang namanya batik bisa dijual di rest area. Makannya yang tadi. Kalau minum ya jangan starbucks, wedang ronde gitu saya kira bisa dijual di rest area. Ini harus kita mulai,” tandasnya.

Produk-produk lokal untuk dijual di rest area jalan tol tersebut, lanjut Presiden, guna mengakomodir para pelaku UMKM lokal, sehingga tidak merasa ditinggalkan karena adanya pembangunan infrastruktur tersebut.

“Jangan sampai ada suara-suara, Pak sekarang telur asin omzetnya anjlok. Kalau nanti dibuatkan di rest area, saya kira tidak lagi. Jangan sampai ada yang merasa ditinggal karena pembangunan ini,” imbuh dia. (*)

BAGIKAN