Presiden Joko Widodo (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Setpres)

@Rayapos | Jakarta – Nilai tukar rupiah terus menunjukkan keperkasaannya terhadap US Dollar. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai hal itu lantaran kembalinya aliran modal asing ke Indonesia.

Para investor mulai percaya kembali terhadap kondisi perekonomian RI.

“Apa yang ingin kita bangun ya trust, kepercayaan. Kita bangun fiskal dan moneter dengan sangat hati-hati. Saya dengar capital inflow-nya sudah kembali masuk,” ujarnya dalam acara CEO Networking 2018 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Baca juga:

Relawan Jokowi-Ma’ruf Yakin Menangi Pilpres 2019

Soal Kasus Habib Bahar, Buya Syafii: Semua Sama di Depan Hukum

“Pengelolaan fiskal kita yang sangat prudent, sangat hati-hati dan itu untuk menambah kepercayaan internasional kepada kita,” tambahnya.

Jika Indonesia sudah mendapatkan kembali kepercayaan investor asing, Jokowi yakin rupiah akan terus menguat.

Jokowi juga memprediksi ke depannya nilai rukar Rupiah terhadap US Dollar akan terus turun. Tapi, pemerintah kata Jokowi, punya kepentingan agar Rupiah tidak terlalu cepat turun.

 

“Ya jangan kaget kalau nanti dolar (AS) turun terus. Enggak tau sampai berapa. Tapi kita juga tidak ingin dolar turun drastis, karena kita masih ingin manfaat dari ekspor kita,” ucapnya.

Seperti diketahui, Rupiah sempat terus melemah beberapa bulan lalu hingga menembus lebih dari Rp15 ribu. Pada neraca perdagangan hari ini, Rupiah masih menguat hingga mencapai Rp14.240 per Dolar AS.