Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Bambang Prihartono. Kolase: Rayapos/ DWO

@Rayapos | Jakarta – Jumlah motor di Jakarta bakal dikurangi. Agar jumlah kecelakaan berkurang, dan kecepatan mobilitas warga meningkat.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Bambang Prihartono, mengatakan, pihaknya sedang membahas ini.

“Kami masih susun rencananya. Salah satunya pembatasan operasional kendaraan roda dua,” kata Bambang, Kamis (13/9/2018).

“Pengurangan kendaraan bermotor diusulkan karena tingginya angka kecelakaan yang kerap mendera sepeda motor. Sekitar 60-70 persen kecelakaan di Jakarta disebabkan roda dua,” katanya.

Selain pembatasan motor, juga mobil. Dishubtrans DKI bersama Dirlantas Polda Metro Jaya, akan membahas pengurangan angkutan logistik dan mobil pribadi.

“Kami meminta Pemprov DKI membuat payung hukum, sehingga master plan bisa diuji coba. Di sini bukan hanya sepeda motor, tapi semuanya. Tujuannya agar kecepatan kendaraan meningkat,” jelasnya.

Baca Juga:

Media Asing Beber, Pemerintahan SBY Curi Pajak Rp 117 T

Wah, Ozzy Albar Tertangkap Polisi Bersama Teman Wanita

Ini Daftar Selebgram Tanah Air dengan Penghasilan Fantastis

Sementara itu, ada wacana pembatasan volume motor di Jakarta melalui aturan ganjil-genap. Seperti sudah diterpakan pada roda empat sekarang.

Tapi, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, menuturkan, sistem ganjil genap motor belum dibahas dengan jajaran BPTJ.

Kendati, Andri mengaku siap, jika sistem itu akan diuji coba dan diterapkan.

“Mekanisme lainnya soal penindakan. Nanti itu akan kami bahas kembali,” ungkap Andri Yansyah, Kamis (13/9/2018).

Penerapan ganjil genap roda empat, dinilai sukses. Rasio perbandingan volume lalu lintas dengan jalan turun sekitar 20,37 persen. Kecepatan kendaraan naik 44,08 persen.

Itu membuat Andri ingin perluasan sistem ganjil genap saat Asian Games 2018, dilanjutkan hingga 13 Oktober 2018.

Lalu, pelayanan transportasi umum ditingkatkan. Seiring aturan sistem ganjil genap. (*)