@Rayapos | Jakarta – Dibalik keberhasilannya mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, perjalanan hidup Lalu Muhammad Zohri tidaklah berjalan mulus.

Zohri merupakan anak terakhir dari empat bersaudara diantaranya Baiq Fazilah (29), Lalu Ma’rib (28), Baiq Fujianti (almarhum). Sejak tahun 2017, sprinter muda ini sudah ditinggalkan kedua orangtuanya.

Kakak kandungnya, Baiq Fazilah menceritakan bahwa bakat moncer sudah terlihat sejak Lalu Muhammad Zohri duduk di bangku SMP. ditemukan oleh guru olahraga, Rosida. Dari situ, Zohri diajaknya untuk berlatih di Mataram.

Fazilah mengaku Zohri adalah sosok pendiam dan tidak pernah banyak menuntut. Saat berlatih tidak pernah memakai alas kaki. Namun hal itu tak menjadi penghalang bagi pemuda yatim piatu itu untuk mengukir prestasi membanggakan.

“Tidak punya (sepatu), tetapi juga tidak mengeluh,” ujar Fazilah beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

Buru Alisson, Chelsea Siap Salip Liverpool

IBL Panggil Pengawas Wasit dari FIBA

Hal tersebut pun tak dibantah sang pelatih, Rosida mengakui pada awal mulai latihan Zohri kerap lari bertelajang kaki. Menurut dia, saat itu Zohri belum memiki sepatu, namun ini tak menyurutkan niatnya untuk terus berlatih.

Seiring berjalan waktu, perjalanan karir pria asal Nusa Tenggara Barat di dunia atletik terus berkembang. Mulai dari kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional. Tak sampai disitu, ia terus mengukir prestasi di Asia dan bahkan dunia.

“Kami tidak pernah sangka Zohri sampai seperti ini sekarang, bangga,” ta Fazilah.