Legenda MotoGP, Valentino Rossi

@Rayapos | Jakarta – Valentino Rossi terus menunjukan konsistensinya di MotoGP. Meski tidak sehebat pada masa keemasannya, pebalap Movistar Yamaha ini mampu bertarung dengan rider-rider muda di lintasan balap.

Pebalap berkebangsaan Italia ini masih menunjukkan motivasi besar dalam setiap balapan MotoGP musim ini. Hingga paruh pertama, Rossi mampu mengumpulkan lima podium dan posisi terbaiknya berada di podium kedua dari sembilan race.

Capaian yang diraihnya ini menempatkan Rossi di posisi kedua dengan raihan 119 poin. The Doctor tertinggal 46 poin dari pemuncak klasemen sementara Marc Marquez.

Keberhasilan dan konsistensi tersebut membuat tiga legenda balap motor seperti Giacomo Agostini, Wayne Rainey dan Kevin Schwantz angkat topi kepada Rossi. Berikut pernyataan resmi ketiganya, sebagaimana dilansir laman Corsedimoto, Rabu (25/7/2018).

Baca Juga:

MotoGP: Rossi ‘Pede’ Bisa Raih Gelar Juara Kesepuluh

Ditinggal Alisson, AS Roma Gaet Kiper Anyar

Giacomo Agostini mengatakan, sulit menilai sosok Rossi. “Saya pikir dia suka sepeda motor, persaingan, lingkungan, dan sulit untuk mengatakan tentang pensiun. Ini juga terjadi pada saya, saya menangis selama tiga hari ketika saya memutuskan pensiun,” tegasnya.

“Saya tidak berpikir ada batasan usia di MotoGP. Saya percaya bahwa jika Anda tidak memiliki luka serius, fisik Anda tidak akan mengalami penurunan dan Anda bersenang-senang. Jadi mengapa pensiun?” imbuhnya.

Berbeda dengan Agostini, Wayne Rainey justru menilai sang pemilik nomor 46 ini sangat luar biasa dalam balapan ataupun diluar lintasan. “Rossi (juga) selalu memiliki senyum di wajahnya,” ucapnya.

“Dia tidak pernah membiarkan saat buruk menenggelamkannya dan ini sangat penting di MotoGP. Saya juga berpikir dia nyaman, dikelilingi oleh tim yang bagus dan caranya berlatih, bahkan di rumah. Dia juga suka menjadi sangat terkenal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kevin Schwantz menyebut Rossi bisa menemukan bagaimana caranya agar tetap termotivasi dalam setiap balapan. “Saya pikir itu luar biasa. Salah satu cara yang luar biasa adalah menemukan motivasi mempersiapkan musim,” tandasnya.

“Ketika Anda pulang dan ingin rileks dan beristirahat, Rossi justru terus bekerja. Ini akan terus berjalan selama dua tahun lagi dan saya pikir itu akan tetap kompetitif,” tukasnya.

BAGIKAN