Kapolri: Kalau Masih Ada Demo Apalagi Membuat Keributan, Akan Kita Lawan

rayapos.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian
Foto: lintassulsel.com

@Rayapos | Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengirim signal peringatan tegas, lewat pernyataannya terkait rencana demo besar-besaran 25 November 2016. Awalnya demo tersebut digelar untuk mendesak pemerintah memproses hukum kasus dugaan penistaan Agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Namun dengan ditetapkannya status Ahok sebagai tersangka oleh tim penyidik berjumlah 27 orang di bawah komando Brigjen Agus Adrianto, seharusnya agenda demo ormas Islam tersebut tidak jadi dilakukan.

Hal tersebut menjadi harapan Polri dan dikonfirmasi langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Bahkan Tito menyebut tegas bahwa jika masih ada demo, maka agendanya bukan lagi masalah Ahok tetapi mengarah ke pelanggaran hukum.

“Jadi kalau ada yang mau turun ke jalan lagi untuk apa? Jawabannya gampang, kalau ada yang ngajak turun ke jalan lagi apalagi membuat keresahan dan keributan cuma satu saja jawabannya, agendanya bukan masalah Ahok. Agendanya adalah inkonstitusional, dan kita harus melawan itu karena negara ada langkah-langkah inkonstitusional,” terang Jenderal Tito kepada wartawan, Rabu (16/11).

“Tembakannya bukan ke pak Ahok. Semonya kalian lihat sendiri, kalau itu terjadi masyarakat bisa menilai sendiri,” tegas Tito.

Mengenai penjelasan agenda inkonstitusional, Kapolri menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai.

“Silakan masyarakat nilai sendiri. Karena masyarakat kita sekarang sudah pintar, masyarakat sekarang tidak mudah dipengaruhi,” pungkas Tito.

Comments

comments