Ilustrasi penembakan (Foto: Istimewa)

@Rayapos | Jakarta – Terkait insiden penembakan Kapolsek Siotapina hingga menyebabkan anak buahnya tewas, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membeberkan kronologinya.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal, Jumat (3/8/2018) menyebut kejadian itu terjadi ketika keduanya berusaha membubarkan aksi tawuran di wilayah hukum mereka.

“Setelah dilakukan pemeriksaan di TKP oleh bidang Propam Polda, sewaktu ada tawuran anak sekolah, kapolsek melakukan upaya pembubaran dengan tembakan peringatan,” ujar Brigjen M Iqbal di Mabes Polri.

Ia menjelaskan, saat memberikan tembakan peringatan pertama ke arah atas. Namun pada saat tembakan kedua terjadi desak-desakan. Sehingga di tembakan kedua itulah, tembakan meleset dan melukai salah satu anggota di bagian kepala.

“(Tembakan peringatan ke atas) untuk meniadakan apa yang tidak diinginkan seperti korban luka, itu memang diperbolehkan. Tetapi ada accident ketika kapolsek menembakan kedua kalinya, terpeleset karena desak-desakan,” tuturnya.

Baca Juga:

Wiranto: Jelang Pemilu, SARA Jadi Instrumen Raup Popularitas

Mario Gómez Tak Pusingkan Absennya Ezechiel

Meskipun diperbolehkan, Polri tetap terus melakukan penyelidikan apakah ketika mengeluarkan senjata itu ada unsur kesengajaan dan pelanggaran atau tidaknya.

Namun jika memang tidak sengaja menembak anak buahnya hingga tewas, maka Polri tetap akan memberikan sanksi tegas karena kelalaian sang kapolsek yang menyebabkan anggotanya tewas.

“Kita sedang melakukan proses itu (kelalaian). Kalau memang kecelakaan, tetap ada sanksi, karena apapun itu akibatnya menyebabkan orang meninggal dunia. Tidak berhati-hati,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolsek Siotapina Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Iptu SW secara tidak sengaja menembak anak buahnya hingga tewas, saat sedang berusaha membubarkan aksi tawuran, Selasa (31/7) lalu.

BAGIKAN